RABU , 21 NOVEMBER 2018

Upaya Penertiban Parkir Liar, Dishub Sulsel Gembok Mobil Pengendara Nakal

Reporter:

Al Amin Malliuri

Editor:

Iskanto

Kamis , 08 November 2018 08:20
Upaya Penertiban Parkir Liar, Dishub Sulsel Gembok Mobil Pengendara Nakal

IST GEMBOK. Dinas Pehubungan (Dishub) Provinsi Sulsel saat menggembok sejumlah kendaraan milik pengendara nakal di Jalan AP Pettarani.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Upaya penertiban parkir kendaraan di badan jalan terus dilakukan oleh Dinas Pehubungan (Dishub) Provinsi Sulsel. Kali ini, Dishub Sulsel kembali menggembok sejumlah kendaraan milik pengendara nakal di tiga titik.

Kepala Dishub Sulsel, Ilyas Iskandar mengatakan, kegiatan penggembokan merupakan program rutin yang dilakukan oleh Dishub Sulsel. Tujuannya, menertibkan para pengguna kendaraan yang kerap memarkir di badan jalan sehingga berdampak pada kemacetan.

“Tadi (kemarin) itu kita gembok sejumlah kendaraan. Ada dua titik di Jalan AP Pettarani yakni depan Telkom dan Orbit dan satu titik di Jalan Hertasning tepatnya di depan Kantor Dinas Pendidikan Makassar,” ungkap Ilyas Iskandar, Rabu, (6/11).

Ilyas Iskandar menambahkan, upaya ini akan terus di massifkan lantaran kondisi jalan di Kota Makassar semakin semrawut. Olehnya itu, pihaknya meminta dukungan dari PD Parkir agar mengimbau Juru Parkir (Jukir) agar tidak sembarang parkir.

“Ini yang digembok langsung ditilang oleh Polantas Polrestabes. Kita upayakan tiap hari operasi karena banyak kendaraan yang kerap memarkir dan berdampak pada kemacetan,” ucapnya.

Lanjut Ilyas, upaya penertiban kendaraan akan dilakukan disemua titik yang berpotensi menimbulkan kemacetan. Misalnya, di Jalan Sudirman depan lapangan Hasanuddin, Jalan Ratulangi depan Toko Agung dan Jalan Landak depan Toko Satu Sama.

“Penindakan ini kita fokus ke wilayah yang rawan titik macet dan kit juga mengimbau jukir supaya memarkir kendaraan ditempat parkirnyang tidak menghalangi pengguna jalan,” ucapnya.

Menurutnya, lima ruas jalan termasuk kawasan bebas parkir yakni, Jl Sam Ratulangi, Jalan AP Pettarani, Jalan Sultan Alauddin, Jalan Ahmad Yani, Jalan Sudirman, dan Jalan Ratulangi.

“Kita imbau kepada masyarakat agar tetap menaati rambu lalu lintas, agar tidak parkir di tepi jalan di kawasan bebas parkir ini. Sekarang kita tidak lagi menegur tapi akan langsung melakukan penindakan jika melanggar,” jelasnya.

Dia mengaku, pengendara di Kota Makassar, masih ‘bandel’. Meski ada rambu larangan berhenti atau parkir mereka tetap saja melanggar.

“Perilaku masyarakat untuk tertib pada rambu lalu lintas masih kurang. Ada beberapa rambu larangan parkir tetap saja parkir di bawahnya. Marilah kita sadar, kalau sudah sadar pasti tidak macet lagi, karena penyebab kemacetan paling parah disebabkan oleh hambatan samping itu,” ujarnya. (*)

 


div>