JUMAT , 14 DESEMBER 2018

Urai kemacetan, Jalan Metro Tanjung Bunga di Perlebar

Reporter:

Editor:

Iskanto

Kamis , 20 September 2018 07:23
Urai kemacetan, Jalan Metro Tanjung Bunga di Perlebar

Suasana pembongkaran pagar beton di jalan Metro Tanjung Bunga, Rabu (19/9)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memperlebar jalan Metro Tanjung bunga. Pelebaran tersebut bertujuan mengurai kemacetan yang kerap terjadi di wilayah tersebut.

Meski secara administrasi Jalan Metro Tanjung Bunga milik PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) Tbk, namun Pemkot-GMTD sepakat pelebaran dilakukan.

Komisaris GMTD, Iskandar Lewa mengatakan, pihaknya bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) sudah melakukan pembongkaran pagar beton di jalan Metro Tanjung Bunga dan memperlebar jalanan tersebut sekira 10 meter.

“Pagar beton itu, kita mundurkan 10 meter sesuai dengan perencanaan, itu untuk mengatasi kemacetan,” ungkap Iskandar, Rabu (19/9)

Kata Iskandar, meski secara administrasi GMTD belum menyerahkan asetnya ke pemerintah kota. Namun pihak GMTD telah mengeluarkan surat pernyataan yang menyebutkan akan menyerahkan aset tersebut.

Lanjut Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Makassar ini, GMTD tidak lagi memiliki kendala yang membuatnya tidak mau menyerahkan asetnya ke pemerintah kota. Hanya saja, diakui dia penyerahan aset harus melalui beberapa prosedur, salah satunya melakukan rapat umum bersama seluruh pemegang saham yang rencanya akan dilakukan sebelum 10 Oktober mendatang.

“Itu (aset) harus segera diserahkan, dan pihak GMTD juga sudah menyetujui. Kita tadi membongkar itu (pagar beton) hadir juga beliau (GMTD). Sekarang ini, kita tunggu pelaksanaan rapat umum pemegang saham, setelah itu tidak adami masalah,” ungkapnya.

Pelebaran jalan, katanya, hanya dilakukan di Jalan Metro Tanjung Bunga dari arah RS Siloam ke Penghibur sehingga luasnya mencapai 2250 meter persegi. Sementara, Jalan Metro Tanjung Bunga dari arah H Bau itu tidak dilakukan pergeseran dan luasnya tetap berkisar lebih dari 4000 meter persegi.

“Kalau dari arah dalam menuju Penghibur, itu yang sebelah kanan yang pagar itukan memang disitu agak sempit dan dipindahkan pagarnya. Selebihnya itu, kalau kita dari arah H Bau itu tidak di ganggu,” tuturnya.

Sementara, Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Danny Pomanto mendesak GMTD agar segera menyerahkan 30 persen aset fasum fasos ke pemerintah kota. Kendati demikian, dia mengaku merespon baik langkah GMTD lantaran memberikan kewenangan pengawasan ke pemerintah kota

“Harus dia (GMTD) serahkan, tapi paling tidak kan sudah dibongkarmi. Secara defacto pengawasan dia kasih kita (Pemkot Makassar,” kata Danny.

Sementara untuk administrasi penyerahan aset, Danny mengaku masih menunggu pihak GMTD. Jelasnya, dia ingin agar hak pemerintah kota sesuai dengan undang-undang segera terpenuhi.

“Iya saya tunggu (administrasinya), minggu ini (batas waktu),” tegasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto dibuat geram oleh sikap GMTD lantaran hanya akan memberikan aset berupa lahan fasum seluas 8000 meter persegi secara bertahap. Padahal, dalam undang-undang menyebutkan pengembang harus menyerahkan 30 persen lahannya. (*)


div>