SENIN , 16 JULI 2018

Usai Pilkada, Parpol Fokus Urus Caleg

Reporter:

Suryadi - Fahrullah - Iskanto

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 30 Juni 2018 15:30
Usai Pilkada, Parpol Fokus Urus Caleg

Bendera Parpol. Ilustrasi Foto: Puji Hartono/dok.JPNN.com

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pasca pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018, kini sejumlah Partai Politik (Parpol) mengalihkan perhatian pada persiapan pencaftaran Calon Legislatif (Caleg) yang akan diusung dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang.

Terkait hall itu, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulsel, Abdillah Nasir mengatakan persiapan Caleg Partai Golkar sudah fix. Menurutnya, Partai Golkar sudah beberapa kali melakukan orientasi bagi Bakal Calong Legislatif (Bacaleg) asal Sulsel, baik yang maju DPR RI, DPRD Provinsi maupun Kabupaten/Kota.

“Kesiapan kita sudah fix, malah sudah tiga kali melakukan orientasi. Nanti yang belum ikut karena ada halangan, akan ada orientasi khusus untuk mereka,” kata Abdillah, Jumat (29/6) kemarin.

Menurutnya, orensari pembekalan yang pernah dilakuan dalam tiga gelombang Bacaleg Golkar diikuti sekitar 6000 lebih sebagai peserta. Kata dia, pihaknya juga akan melalakuan tahapan selanjutnya sesuai dengan mekanisme yang ada pada Partai Golkar yaitu pembagian Daerah Pemilihan (Dapil) sesuai keinginan pendaftar.

“Jadi akan disesuaikan dengan kebutuhan kuota setiap Dapil dan wilayah. Sekitar 2.500 Caleg akan kami tetapkan,” katanya.

Terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Perindo Sulsel, Sanusi Ramadan mengatakan pihaknya juga telah menyelesaikan penjaringan hingga wawancara terhadap Caleg yang akan diusungnya. Kata dia, saat ini pihaknya menunggu pendaftaran pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk segera melakukan perbaikan administrasi kemudian dilakukan pendaftran.

“Sudah semua tahapan, tinggal tunggu pendaftran,” kata Sanusi.

Menurutnya, dinamika politik yang akan dihadapi Caleg pada Pileg 2019 mendatang tidaklah mudah. Maka dari itu, dirinya selaku pimpinan partai seyogyanya melakukan penjaringan Bacaleg. “Meski demokrasi politik pada masa orde baru dan sekarang ini sangat beda. Porsi dan penjaringan antara bakal calon tetap tidak ada pembedaan sama sekali,” katanya.

Sanusi menerangkan, tatanan demokrasi politik yang dulu terkesan diatur. Untuk itu, kata dia, Perindo akan hadir bersama dengan perjuangan rakyat dan secara bebas dapat mengeluarkan pendapat dan kebebasan lainnya. “Perindo hadir berdasarkan misi perjuangan bersama dengan rakyat,” pungkasnya.

Sementara Wakil Ketua Bidang Kehormatan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulsel, Andi Ansyari Mangkona mengatakan pihaknya masih mempersiapkan nama yang akan didaftarkan sebagai Caleg 2019 mendatang. Meski, kata dia, PDIP sudah mempersiapkan jauh hari jagoan-jagoannya yang akan bertarung.

“Jadi persiapannya memang kita sebelum Pilkada ini sudah siap. Tinggal diverifikasi nanti caleg-caleg mana nanti yang bisa atau tidak,” kata Andi Ansyari Mangkona.

Untuk mempersiapkan itu, kata dia, bukanlah hal yang sulit. Hal itu lantaran antusiasme kader dari partai berlambang banteng moncong putih ini yang sangat tinggi. Bahkan, pada beberapa Dapil melebihi kuota yang ada sehingga harus diseleksi lebih baik lagi.

“Banyak calon kita, bahkan ada Dapil yang sudah melebihi. Itulah nanti kita lihat siapa-siapa yang bisa kita loloskan,” ujarnya.

Meskipun memprioritaskan kader, ia mengakui PDIP tidak menutup pintu bagi masyarakat yang ingin menjadi bagian dari perjuangan PDIP pada Pileg mendatang. “Jadi kita tentunya prioritaskan kader, tapi kita juga buka dari luar. Siapun dari luar kita persilahkan, yang penting dia tahu rohnya PDIP perjuangan,” katanya.

Untuk menjaring figur yang memiliki potensi baik, ia mengaku PDIP punya cara tersendiri dengan melakukan tes psikotes melalui website online yang telah disediakan. Disitu, para Bacaleg mesti menjawab sejumlah pertanyaan yang tertera untuk mengetahui potensinya.

“Karena kan masih ada tahapan psikotes, psikotes kita online. Dari beberapa waktu lalu itu sudah kita lakukan,” pungkasnya.

Sementara Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulsel, HM Aras mengatakan partainya masih dalam tahap seleksi berkas nama yang akan menjadi Caleg PPP. Karena memang masih ada sejumlah Bacaleg yang belum melengkapi berkas pendaftarannya.

“Kita masih penyeleksian, karena kita masih tunggu kelengkapan dari seluruh calon yang masuk. Sudah ada beberapa yang masuk cumakan kita masih butuhkan berkas-berkasnya semua,” kata Aras.

Meskipun demikian, Aras menjamin sebelum tanggal 5 Juli 2018, seluruh nama Bacaleg PPP akan rampung dan siap didaftarkan di KPU. “Kita sebelum tanggal 5 Juli sudah ada kepastian bahwa siapa yang akan masuk atau tidak. Tanggal 4 Juli itu sudah ada semua,” jelasnya.

Untuk menjaring Bacaleg sendiri, PPP memberikan beberapa tes seperti survei untuk melihat potensi kandidat dan wawancara. “Ini sementara kita pakai survei, wawancara dan penilaian berkas. Kita mau melihat potensi Caleg kita,” pungkasnya. (*)


Tag
  • pemilu 2019
  •  
    div>