SELASA , 25 SEPTEMBER 2018

USBN Menggunakan Smartphone, Dewan Minta Disdik Maksimalkan Dukungan Jaringan

Reporter:

Alief

Editor:

asharabdullah

Jumat , 23 Maret 2018 11:30
USBN Menggunakan Smartphone, Dewan Minta Disdik Maksimalkan Dukungan Jaringan

Anggota DPRD Sulsel, Irfan AB. (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Ada yang berbeda dengan pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tingkat SMA/sederajat tahun ini. Pasalnya, selama enam hari pelaksanaan USBN, dari tanggal 19 – 27 Maret 2018, sejumlah SMA/SMK di Sulawesi Selatan telah menggunakan android.

Namun, penggunaan android tersebut khusus hanya pada pelaksanaan USBN dan belum diberlakukan pada Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Untuk diketahui, peserta USBN di Sulsel tahun ini mencapai 117.567 siswa, yang terdiri dari 77.183 siswa SMA dan 40.384 siswa SMK. Jumlah tersebut berasal dari 1.331 SMA/SMK yang menggelar ujian akhir.

Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan, Irfan AB sangat mengapresiasi kemajuan tersebut. Namun, ia juga mengingatkan, jika penggunaan ponsel pintar tersebut harus diawasi karena tidak semua siswa mampu beradaptasi dengan penggunaan tekhnologi. Apalagi, rencananya penggunaan ponsel untuk ujian tersebut bakal diberlakukan di sekolah yang berada di daerah.

“Ya, kita tentu sangat apresiasi kemajuan ini. Tapi, kita ingatkan tidak semua siswa bisa menggunakan android. Kalau siswa semisal di Makassar, mungkin masih bisa. Tapi coba siswa yang dari daerah, pasti akan sulit,” ujar legislator Partai Amanat Nasional ini, Kamis (22/3).

Tak hanya itu, Irfan juga mengatakan jika penggunaan android tentu mengandalkan kestabilan server atau jaringan, sehingga menurutnya juga akan sangat beresiko dapat merugikan peserta ujian jika server atau jaringan bermasalah. Karena itulah, ia meminta pemerintah harus memantapkan fasilitas ujian tersebut sebelum penerapannya.

“Kita bakal evaluasi pelaksanaan ujian menggunakan android tahun ini sebagai masukan untuk tahun selanjutnya. Apakah memang efektif memakai android atau tidak,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Irman Yasin Limpo, mengatakan bahwa sejumlah sekolah yang memiliki kelas android, sudah menggunakan ponsel untuk Ujian Sekolah Berstandar Nasional yang saat ini tengah berlangsung.

“Kami membebaskan sekolah-sekolah untuk menggelar USBN menggunakan android. kemudian berbasis android, karena lebih efektif. Ada aplikasinya dan sudah berlangsung, hampir semua sekolah ada kelas androidnya,” jelasnya, beberapa waktu lalu.

Penggunaan android ini, akunya, sudah melalui simulasi sebanyak tiga kali sebelum diberlakukan secara resmi. Hasilnya, ujian dengan menggunakan ponsel pintar lebih efesien dan lebih cepat daripada ujian tertulis ataupun yang menggunakan komputer dikarenakan siswa lebih adaptif dengan android. “Semua kelas yang berbasis android lebih cepat dan efisien dibandingkan berbasis computer. Waktu simulasi kita periksa, sama ji nilainya,” tambahnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, ada empat aplikasi yang disediakan oleh Disdik. Aplikasi tersebut, diunggah sebelum pelaksanaan ujian. Dengan aplikasi tersebut, peserta ujian tidak bisa membuka aplikasi lain yang memungkinkan peserta ujian berlaku curang.

“Empat aplikasi yang kita bikin, begitu dia masuk di aplikasi lain, langsung ter-block semua pencarian. Jadi, tidak bisa cheating (curang). Tapi kalau UNBK, kita fokus pada laptop, tidak pada android,” pungkasnya. (*)


div>