SELASA , 20 NOVEMBER 2018

Usung Kader atau Abaikan

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Jumat , 18 Agustus 2017 13:41
Usung Kader atau Abaikan

Partai Golkar

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Partai Golkar memiliki 9 kursi di DPRD Sidrap. Jumlah tersebut sudah cukup untuk mengusung satu pasangan bupati dan wakil bupati tanpa harus koalisi dengan parpol lain.

Merujuk aturan KPU, 7 kursi harus didapatkan kandidat jika ingin maju melalui jalur parpol di Pilkada Sidrap 2018 mendatang.

Salah satu kader Golkar yang berpeluang untuk diusung yakni, Wakil Bupati Sidrap, Dollah Mando. Namun apakah Golkar akan mengusung kader sendiri, atau sebaliknya mengusug kader eksternal.

Pasalnya, bakal calon Bupati Sidrap Fatmawati Rusdi juga mengincar rekomendasi partai berlambang pohon beringin itu. Bahkan nama Fatmawati Rusdi telah diajukan tim sembilan DPD I Partai Golkar Sulsel ke DPP Partai Golkar.

Saat dikonfirmasi, Ketua tim sembilan DPD I Golkar Sulsel, Kadir Halid menyebutkan jika saat ini belum ada penentuan figur yang akan diusung di Pilkada Sidrap.

Kadir mengakui, meski jumlah kursi fraksi Golkar DPRD Sidrap sangat memungkinkan untuk mendorong kader internal. Namun, tak menutup kemungkinan figur eksternal yang akan di dorong. “Kita juga realistis lihat survei, tak menutup kemungkinan bagi figur eksternal kita dorong,” ujar Kadir saat ditemui usai peresmian Posko GNH 17 di Jalan Penghibur Makassar, Kamis (17/8).

Anggota DPRD Sulsel ini menambahkan, jika kemungkinan besar Golkar akan berkoalisi dengan NasDem untuk mendorong kader internal, Dollah Mando berpaket dengan Fatmawati Rusdi. “Kita upayakan dorong kader yaitu Dollah Mando untuk paket dengan Fatmawati di sidrap,” jelasnya.

Sebelumnya, rapat pleno DPD I Golkar Sulsel, tim sembilan Golkar Sulsel telah menetapkan tiga nama dan mengirim ke DPP Golkar. Mereka adalah Anggota DPR RI Fraksi PPP, Fatmawati Rusdi, Wakil Bupati Sidrap yang juga kader Golkar, Dollah Mando dan seorang pengusaha Ali Syarif.

[NEXT-RASUL]

Menanggapi hal itu, pakar politik Universitas Bosowa (Unibos) Makassar, Arief Wicaksono menuturkan, bahwa Golkar sebagai partai yang matang mestinya lebih mengutamakan kader ketimbang figur eksternal. Namun memang, Golkar juga mesti melihat kondisi perpolitikan di Kabupaten Sidrap.

Apabila, peluang kader internal kecil ketimbang figur eksternal meskipun petahana, Golkar harusnya tidak egois apabila ingin meraih kemenangan.

“Sebaiknya Golkar fokus pada kader internalnya dulu, jika dalam upaya meningkatkan elektabilitas, ternyata ada pihak eksternal yang lebih mampu dan berpotensi menang, maka sebaiknya Golkar Sidrap bangun komunikasi politik ke eksternal,” tuturnya. (D)


div>