SABTU , 17 NOVEMBER 2018

Usut Tuntas Tragedi KM Lestari Maju

Reporter:

Al Amin

Editor:

asharabdullah

Jumat , 06 Juli 2018 11:44
Usut Tuntas Tragedi KM Lestari Maju

KM Lestari Maju Tenggelam di Laut Selayar. (ist)

– KNKT Butuh Waktu Satu Bulan Lebih

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pengusutan kasus dari kecelakaan KM Lestari Maju yang karam di laut Flores tepatnya di bibir pantai Pulau Selayar terus berlanjut. Dinas Perhubungan Sulsel pun angkat bicara.

Kepala Bidang pelayaran Dishub Sulsel, Arafah, mengatakan, pihaknya tidak memiliki wewenang dalam pemeriksaan lanjutan terhadap kasus tersebut. Hal itu menjadi kewenangan Kementerian Perhubungan.

“Pernyataan Pak Dirjen itu layak. Itu jadi patokan saya karena memang mereka yang keluarkan standar pemeriksaan itu. Kita di dinas tidak punya kewenangan untuk itu,” kata Arafah, Kamis (6/7).

Meski begitu, ia mengakui, kewenangan Dinas Perhubungan dalam hal ini berada pada divisi darat, diserahkan sepenuhnya kepada Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPTD).

“Kita hanya Divisi Darat di pelabuhan sana, kalau pelayarannya itu Kementerian Perhubungan. Kita ada UPTD Selayar dan UPTD Bulukumba. Mereka lah yang berwenang memberikan kelayakan atas keberangkatan kapal pada hari itu,” ujarnya.

Arafah menegaskan, situasi kapal sebelum berlayar harus melewati Syahbandar dalam keamanan dan keselamatan pelayaran berdasarkan hukum Indonesia.

“Kalau mau berlayar itu ada Syahbandar di lapangan. Di bawah perintah Kementerian Perhubungan,” terangnya.

Selain itu, Arafah juga berdalih Dishub Sulsel telah mengeluarkan imbauan peringatan cuaca buruk yang ditandatangani Sekretariat Dishub Sulsel per 29 Juni 2018.

“Ada imbauan keselamatan, 29 Juni itu Pak Kadis (Kepala Dinas Perhubungan) sudah sampaikan, ada suratnya di Sekretaris. Isi imbauannya hati-hati karena cuaca yang ekstrem banyak,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, memerintahkan tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melakukan investasi terkait permasalahan ini.

Saat dikonfirmasi, Humas KNKT, Irianto, mengatakan, saat ini pihaknya tengah menurunkan dua anggota investgasi untuk mengumpulkan data sebagai bahan kelengkapan berkasa pada pemeriksaan lanjutan.

“Selain itu, juga memeriksa sejumlah saksi saksi. Data yang diambil terkait data kapal, penumpang, mekanisme perijinan kapalnya, kelayakan dan lainnya,” ujar Irianto.

Utuk pengumpulan data ini, lanjut Irianto, pihaknya memakan waktu paling lambat hingga satu bulan lebih.

“Setelah bekerja baru hasilnya bisa diumumkan. Dalam bekerja, tim senantiasa berkoordinasi dengan stakeholder terkait,” ulasnya.

Kondisi saat ini, penanganan khusus bagi keluarga korban, pemeirntah telah memberikan santunan duka melalui Jasa Raharja.

Penyerahan santunan duka korban KMP Lestari Maju ini bertempat di Baruga Rujab Bupati Kepulauan Selayar.

Hadir langsung Bupati Kepulauan Selayar Basli Ali, Kepala Cabang (Kacab) PT Jasa Raharja Sulawesi Selatan Jahja Joel Lami, Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar Marjani Sultan, dan Muspida Selayar.

“Kami tahu, berapapun nilai santunan ini tidak mampu mengobati luka dan duka yang dialami keluarga korban. Namun, pemerintah harus hadir,” ujar Bupati Selayar Basli Ali.

Kepala PT Jasa Raharja Cabang Sulawesi Selatan, Jahja Joel Lami, mengatakan, santunan korban meninggal dunia yang diberikan Jasa Raharja sebanyak Rp50 juta per korban.

Dari total 35 korban meninggal dunia, yang sudah dibayarkan kepada 18 ahli waris, 13 domisili Selayar, dan lima lainnya di luar Selayar, yakni yaitu empat di Watampone dan satu di Surabaya. Selebihnya 17 lainnya akan dibayarkan hari ini atau besok, karena petugas harus memastikan dulu keabsahan ahli waris.

“Semoga santunan ini bermanfaat dan sepekan akan datang anak perusahaan Jasa Raharja untuk mendata dan meninjau ahli waris untuk santunan tambahan sebanyak Rp70 juta per korban,” terang Jahja.

Berikut daftar nama korban meninggal dunia yang ahli warisnya sempat hadir dan diberikan santunan. Adapun nama korban yang mendapat santunan yang diserahkan, diantaranya Abdul Rasyid, Syamsuddin, Rini Nuryanti, Abizar Arfan Raqila, Rosmiati, Suryana, Andi Fitri Yuliana, Kartini.

Tangis keluarga korban dan hadirin pecah saat pemberian santunan. (*)


div>