UU Pemilu Disahkan, Pilpres 2019 Maksimal Tiga Pasangan

Foto/Net

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Rancangan Undang Undang (RUU) yang menaungi Pilpres 2019 sudah disahkan DPR menjadi Undang Undang (UU) pada Sidang Paripurna ke 32 (20/7). Setelah ditandatangani Presiden dan diundangkan Menkumham maka RUU tersebut sah menjadi UU. Salah satu pertanyaan yang muncul kemudian ke permukaan adalah berapa pasangan Capres-Cawapres yang berpotensi bertarung dalam Pilpres 2019 nanti?

RUU yang telah disahkan DPR tersebut mengatur bahwa Pasangan Capres-Cawapres diajukan oleh parpol atau gabungan parpol yang pada Pemilu 2014 mendapatkan kursi DPR sebanyak 20 persen atau mendapatkan suara nasional 25 persen. Ada 10 parpol yang punya wakil di DPR yang bisa ikut serta mengusung Capres-Cawapres jika merujuk ke angka 20 persen, dan ada 12 parpol jika merujuk pada angka 25 persen. Itu bisa terjadi jika tidak ada judisial review (JR) mengenai ketentuan tersebut ke Mahkamah Konstitusi (MK), dan jika ada JR namun ditolak MK.

Potensi Peta Pilpres Sesuai Ketentuan 20 Persen Kursi DPR

Jika merujuk pada ketentuan syarat 20 persen kursi DPR dan mencermati dinamika proses pengesahan RUU Pemilu tersebut di DPR dan mempertimbangkan keputusan-keputusan resmi parpol terkait Pilpres 2019, serta menyimak pernyataan-pernyataan petinggi parpol pasca pengesahan RUU Pemilu oleh DPR, untuk sementara Pilpres 2019 berpotensi diikuti tiga pasangan Capres-Cawapres.

PDIP hampir mustahil tidak mencalonkan Jokowi sebagai Capres. Partai Golkar sudah membuat keputusan di Rapimnas untuk mencalonkan Jokowi. Sementara petinggi Nasdem, PPP, dan Hanura sudah memastikan akan mengusung Jokowi sebagai Capres. Total kursi lima parpol tersebut adalah 291 kursi atau 51,96 porsen.

Empat parpol yang melakukan aksi walk out (WO) saat pengesahan RUU Pemilu (Gerindra, Demokrat, PAN, dan PKS) nampaknya tidak akan mencalonkan Jokowi sebagai Capres 2019. Jumlah kursi empat parpol tersebut 222 kursi atau 39,64 porsen. Memenuhi syarat untuk mengajukan satu pasangan Capres-Cawapres walaupun belum tahu siapa.

Menilik pernyataan-pernyataan petinggi Gerindra dan PKS serta menilik jumlah kursi Gerindra dan PKS di DPR yang mencapai 113 kursi setara 20,17 porsen dan memperhatikan kedekatan kedua parpol, besar kemungkinan Gerindra dan PKS akan mengusung pasangan sendiri di Pilpres 2019 dan Prabowo memiliki peluang besar untuk diusung sebagai Capres.