SENIN , 20 AGUSTUS 2018

UVRI Non-aktif Karena Sangketa Yayasan

Reporter:

Editor:

hur

Selasa , 22 September 2015 17:34

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Universitas Veteran Rrepublik Indonesia, menjadi salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada di Makassar yang terkena sanksi non-aktif oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti).

Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor III UVRI Makassar, Yusuf Ismail mengakui kebenaran adanya status penonaktifan itu. Namun dia mengatakan, status UVRI dinon-aktifkan sebagai akibat dari Sangketa Yayasan, nukan karena terjadinya mal-akademik.

“Kami perlu sampaikan kepada mahasiswa dan masyarakat umum, terkait ada 12 PTS yang dinon-aktifkan di Sulsel di Bawah naungan Kopertis Wilayah IX, termasuk UVRI di dalamnya, itu benar adanya. Namun non-aktifnya UVRI bukan soal mal-akademik, melainkan konflik kepemilikan antara Yayasan Perguruan Tinggi Karya Darma (YPTKD) Vs (YKDDM) Yayasan Karya Darma Daerah Makassar yangg saling mengklaim sebagai badan hukum penyelenggara UVRI Makassar,” ujarnya saat jumpa pers di kampus UVRI.

Lebih lanjut dijelaskan, Pemerintah melalui Kemenristek Dikti mengeluarkan keputusan menon-aktifkan UVRI bertujuan untuk tidak merugikan kedua belah pihak baik YPTKD maupun YKDDM.

“Nama UVRI tidak lagi digunakan, berdasarkan kesepakatan YPTKD dan YKDDM tanggal 16 Desember 2014, yang dimediasi oleh Dikti di Jakarta, yang di saksikan oleh Kopertis Wilayah IX. YPTKD mengusulkan nama Universitas pejuang RI Makassar (UPRI), sedangkan YKDDM mengusulkan nama Universitas Nasional Veteran RI Makassar (UNVRI),” ungkapnya.

Yusuf menambahkan, untuk saat ini nama UVRI sudah tidak ada lagi, jadi wajar bila dinonaktifkan.

“Dengan adanya perubahan nama ini, maka kedua belah pihak menunggu peresmian nama baru melalui pengakuan resmi dari Dikti bulan November mendatangm sekaligus diadakan launching,” jelasnya.

Dia berharap, keluarga besar UVRI sama-sama dapat membesarkan UPRI maupun UNVRI, karena kedua PT tersebut merupakan perubahan dari UVRI. “Satu kata, jaga almamater,” ujar Yusuf.


div>