SABTU , 17 NOVEMBER 2018

 Video Porno Diduga Mahasiswi Cantik Beredar, Polisi Lakukan Hal Ini 

Reporter:

Editor:

irsad ibrahim

Kamis , 22 Februari 2018 04:24
 Video Porno Diduga Mahasiswi Cantik Beredar, Polisi Lakukan Hal Ini 

int

RAKYATSULSEL.COM — Video berkonten fotografi kembali mewarnai jagat dunia maya. Akun media sosial Twitter yang mencatut nama salah satu mahasiswi di universitas terkenal di Jakarta mengunggah beberapa video tak senonoh.

Hingga saat ini pihak kepolisian belum menerima laporan adanya konten pornografi itu. Namun kini polisi mulai mengusut penyebar video dan pemilik akun @camillazc tersebut.

“Kita cek ya. Terima kasih informasinya,” ujar Kasubdit Cyber Crime Polda Metro Jaya AKBP Roberto Pasaribu saat dihubungi, Rabu (21/2).

Ilustrasi.

Ilustrasi. (Dok. JawaPos.com)

Sebelumnya diberitakan, akun tersebut sempat mengunggah video hubungan intim tersebut dengan caption bahwa dirinya bisa lulus dengan mudah jika berhubungan badan dengan dosen.

“Kuliah d M******* ga susah kok kalo mo lulus cepet.. Ajak dosen ng***** laaah, kelar kaaan..,” tulisnya dalam akun Twitter mahasiswi tersebut.

Pantauan JawaPos.com, akun Twitter tersebut berisi konten yang vulgar. Baik secara perkataan, gambar, maupun video yang di-upload. Dirinya juga terlihat tidak ragu meng-upload video dirinya yang sedang tak berbusana dan ‘bermain’ dengan laki-laki yang berbeda.

Namun, nampaknya akun itu baru dibuat beberapa waktu belakangan ini. Akan tetapi, pihak JawaPos.com tetap mencoba mengonfirmasi dari pihak universitas itu.

“Ini sangat tidak bermoral, saya pastikan dulu identitas perempuan tersebut. Dia mahasiswa sini, apa universitas lain, atau bisa saja mahasiswa sini tetapi sudah keluar,” terang Kepala Humas Universitas di Jakarta itu, Maryono Basuki kepada JawaPos.com.

Maryono pun menegaskan akan menerapkan sanksi tegas apabila mahasiswa dan dosen tersebut benar bagian dari Universitas di bilangan Senayan itu. Sampai saat ini, pihaknya masih memastikan kebenaran tersebut.

“Kita pastikan dulu, tetapi kalau terbukti melakukan ya bisa diberhentikan dosen, dan mahasiswinya dapat di Drop Out (DO),” pungkasnya.(yes/JPC)


div>