MINGGU , 22 JULI 2018

Vonis Honorer Tersangkut ITE, Lebih Ringan Dari Tuntutan Jaksa

Reporter:

Editor:

hur

Jumat , 26 Februari 2016 14:07

ENREKANG, RAKYATSULSEL.COM – Vonis Wawan Darmawan Honorer Dinas PU yang dilaporkan salah seorang anggota DPRD Enrekang akhirnya sampai juga di penghujung dengan vonis. Majelis hikim yang dipimpin Yasri SH menjatuhkan vonis 3,5 bulan dan denda Rp 2 juta subsider 2 bulan penjara. Putusan PN Enrekang ini lebih rendah dari tuntutan jaksa yakni 4 bulan kurungan penjara dan denda Rp 3 juta rupiah.

“Kami dari pihak pengacara wawan, masih pikir pikir apakah menerima atau tidak putusan hakim,” ujar pengacara Wawan, Safriadi SH saat ditemui seusai pembacaan vonis di Gedung PN, Enrekang (26/2).

Sementara itu itu Taufik SH jaksa penuntut umum juga menyatakan akan pikir-pikir dulu sebelum menyatakan menerima atau tidak menerima putusan majelis hakim yang memvonis terdakwa lebih ringan dari tuntutan Jaksa. “Kami pikir pikir dulu,” singkat Taufik saat ditanya ketua Majelis Hakim.

Majelis hakim menilai terdakwa terbukti melanggar pasal 27 ayat 3 jonto pasal 45 ayat 1 UU RI no, 11 tahun 2008 tentang ITE. Kasus ini bermula saat salah seorang anggota Praksi PAN DPRD Enrekang yang diduga membagi-bagikan minuman keras di sekitar area perkantoran Dinas PU Enrekang dan “ekspos” di media sosial beberapa waktu lalu.

Putusan ini akan dianggap memiliki kekuatan hukum tetap jika dalam jangka 7 hari, baik pengacara maupun jaksa tidak menyampaikan sikapnya ke Panitera pengadilan Negeri Enrekang.

Sidang pembacaan vonis ini, seperti sidang sidang sebelumnya selalu ramai dikunjungi keluarga terdakwa maupun warga lainnya. Kasus ini merupakan kasus pelanggaran UU ITE yang pertama di Enrekang.


div>