RABU , 21 NOVEMBER 2018

Waahh!! di Jeneponto, Pendaftar CPNS Bisa Protes ke Panitia Jika Tak Lulus

Reporter:

Jejeth Aprianto

Editor:

Iskanto

Jumat , 26 Oktober 2018 17:40
Waahh!! di Jeneponto, Pendaftar CPNS Bisa Protes ke Panitia Jika Tak Lulus

Ketua Panitia Pelaksana Seleksi CPNS 2018 Kabupaten Jeneponto, dr. Syafruddin Nurdin

JENEPONTO, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Kabupaten Jeneponto merubah hasil pengumuman kelulusan administrasi CPNS dilingkup Pemerintahannya. Hal itu terbukti dari adanya perubahan jumlah peserta yang lolos administrasi, yakni dari 5.014 menjadi 5.120.

Hal ini menimbulkan banyak pertanyaan, apa yang menyebabkan penambahan peserta yang lolos seleksi sebanyak 106 orang itu. Atas dasar perubahan tersebut, Kabupaten Jeneponto termasuk nekad merubah pengumuman yang bersifat final ini pada 25 Oktober 2018 kemarin.

Pj Sekda Jeneponto, dr. Syafruddin Nurdin selaku Ketua Panitia Pelaksana CPNS 2018 saat dikonfirmasi mengatakan bahwa perubahan ini mengacu pada sejumlah peserta yang mempertanyakan berkasnya yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

“Soal tambahan peserta CPNS yang masuk kategori MS itu adalah hasil koordinasi dari Tim verifikasi Panitia Kabupaten Jeneponto dengan BKN Pusat. Dimana saat diumumkan ada beberapa peserta yg mempertanyakan kenapa mereka tidak lolos,” jelasnya, Jumat (26/10) sore.

Ia mengatakan, sebagai upaya Kabupaten Jeneponto untuk membantu peserta, kembali dilakukan komunikasi dengan BKN RI melalui persuratan agar dapat diverifikasi kembali kepada peserta yang berkasnya TMS.

“Sebagai upaya kita untuk membantu mereka (Peserta), kita kembali komunikasikan dengan BKN RI dengan melakukan persuratan untuk  verifikasi kembali yang mereka dinyatakan TMS dan BKN pusat setuju untuk kita buka kembali aplikasi dan hasil verifikasi ulang ternyata ada 106 Peserta CPNS dinyatakan bersyarat dan mereka dibolehkan oleh BKN RI, ini bagian perjuangan kita kepada Peserta CPNS Jeneponto,” ungkapnya.

Dia juga membeberkan bahwa kesalahan verifikasi berkas bisa saja datang dari tim verifikator atau peserta yang salah memasukkan data awal sehingga tidak bisa lolos dalam seleksi berkas.

” Bisa saja tim verifikator, bisa juga dari peserta CPNS kalau salah memasukkan data awal sehingga tidak bisa loging, dan sekarang, mereka telah kita perjuangkan sehingga sudah lolos dalam seleksi berkas,” beber dia. (*)


div>