KAMIS , 26 APRIL 2018

Wabup Gowa Serahkan Bantuan Ke PUPM

Reporter:

Editor:

Arif S

Senin , 02 April 2018 16:46
Wabup Gowa Serahkan Bantuan Ke PUPM

Wabup Gowa, H. Abd Rauf Malaganni Kr Kio, saat menyerahkan bantuan ke kelompok tani.

GOWA, RAKYATSULSEL.COM—– Pemerintah Kabupaten Gowa melalui Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Gowa, melakukan penyerahan buku rekening bantuan Pemerintah program peningkatan diversifikasi dan ketahanan pangan masyarakat  kepada 13 penerima, terdiri dari delapan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) untuk kegiatan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM), besarannya Rp 160 juta. Sementara lima kelompok Wanita Tani untuk kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) sebesar Rp 50 juta. Penyerahan berlangsung di halaman Kantor Bupati Gowa,  Senin (2/4).
Mereka yang menerima bantuan tersebut, masing-masing Gapoktan Harapan Jaya Kalemandalle Bajeng Barat, Gapoktan Pa’bentengan Bajeng, Gapoktan Bangkala Jipang Bontonompo Selatan, Gapoktan Bontotangaya Pattalassang, Gapoktan Sukamaju Bontonompo, Gapoktan Ujung Tanah Bajeng, Gapoktan Bontosunggu Bajeng, Gapoktan Kare Manjakkala Bungaya, Kelompok Wanita Tani Abulo Sibatang Pallangga, Tamarunang, Bontomarannu da1n Tinggimoncong.
Wakil Bupati Gowa H. Abd Rauf Malaganni Kr Kio, saat menyerahkan bantuan tersebut berharap agar bantuan ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin, sehingga usaha  pada bidang ketahanan pangan dapat berkembang dengan baik. “Semoga bantuan ini bisa digunakan sebagaimana mestinya demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketanaman Pangan Kabupaten Gowa, Abdul Halim mengatakan bantuan itu diberikan dengan tujuan stabilisasi harga gabah dan beras di tengah masyarakat, serta mendekatkan sumber pangan yang beragam.
“Ini kita lakukan agar bagaimana harga gabah itu bisa stabil, bahkan di bawah harga normal bagi petani, dan begitupun juga untuk beras agar stabil di tingkat konsumen, serta pangan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman ditingkat rumah tangga,” ungkapnya.
Penerima bantuan ini, katanya,  merupakan penerima yang memasuki kriteria dari Ketahanan Pangan salah satunya memiliki sarana dan prasarana yang lengkap.
“Sebelum kita tentukan penerima ini, kita sudah lakukan survei dan memang semua penerima memasuki kriteria atau syarat yang telah ditentukan, yaitu memiliki penggilingan, lengkap administrasi, berpengalaman dibidangnya, dan cukup eksis dikalangan masyarakat setempat,” jelasnya.
Kendati demikian, dirinya menghimbau agar para penerima menggunakan bantuan tersebut sebagaimana yang telah direncanakan oleh kelompoknya.
“Kepada Gapoktan atau kelompok tani wanita diharapkan agar supaya betul-betul menggunakannya sesuai dengan rencana kelompok yang telah disusun seperti pembelian gabah dengan target 38 ton sehingga dinikmati oleh masyarakat secara umumnya,” harapanya. (**)

Tag
div>