SELASA , 11 DESEMBER 2018

Wabup Lutim Marah-marah, Puskesmas Parumpanai 2 Tahun Belum Beraktivitas

Reporter:

Editor:

Lukman

Selasa , 05 September 2017 18:25
Wabup Lutim Marah-marah, Puskesmas Parumpanai 2 Tahun Belum Beraktivitas

Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam saat meninjau aktivitas Puskesmas Parumpanai, Selasa (5/9). (foto:baim)

MALILI, RAKYATSULSEL.COM – Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam “naik darah”. Pemicunya karena sudah dua tahun Puskesmas Parumpanai di Desa Parumpanai Kecamatan Wasuponda belum beroperasi.

Hal ini diketahui Irwan setelah mendatangi Puskesmas tersebut dan mendapati gedung baru masih kosong melompong, Selasa (5/9) sore tadi.

Irwan datang ke Puskesmas tersebut bersama Kepala Dinas Kesehatan Lutim, dr April setelah mendapat laporan jika puskesmas tersebut sudah beres. “Apanya yang beres, pegawai saja biar satu orang tidak ada, meja kursi tidak ada, belum lagi alat kesehatan, apanya yang beres ini pak kadis?,” tanya Irwan.

Lanjut dikatakan Irwan, puskesmas ini sudah dua tahun tak beroprasi. “Bagaimana mau melayani masyarakat jika personel kesehatannya tidak siap. Coba apa yang menjadi kendala. Tidak enakkan kalau harus marah-marah begini, kasihan masyarakat kita disini, mereka butuh pelayanan kesehatan yang dekat dan cepat,” ujarnya.

“Sekarang saya mau tanya, apa kalian ini siap bekerja atau tidak?, yang tidak siap bekerja bilang saja, hari ini juga saya pindahkan ketempat yang lebih terpencil lagi dari ini,” sambungnya.

Menurut Irwan, saat ini masih ada dua Puskesmas yang sudah dibangun dengan uang rakyat tapi belum beroperasi. Masing-masing Puskesmas Lakawali dan Puskesmas Parumpanai. “Kami kerap mendapat sorotan, karena pembangunan ini belum dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelasnya.

“Pak Kadis, saya tidak mau tahu, bagaimana caranya, besok tenaga kesehatan yang sudah ditempatkan di Puskesmas ini harus beraktivitas,” tegas Irwan.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Lutim, dr April, mengakui ada kendala teknis sehingga puskesmas tersebut belum beroperasi. Untuk personel tenaga kesehatannya baru hari ini diterima dari Badan Kepegawaian, sehingga ia tidak bisa serta merta menempatkan orang, karena penempatan personel itu diatur oleh Badan Kepegawaian Daerah.

“Sudah lama saya usulkan ke BKD tapi baru Selasa ini ada keputusannya, makanya kacau begini,” kata dia. (Baim)


div>