SABTU , 22 SEPTEMBER 2018

Wabup Pangkep Minta Koperasi dan Perbankan Dukung Laju Ekonomi

Reporter:

Editor:

dedi

Selasa , 04 April 2017 19:04
Wabup Pangkep Minta Koperasi dan Perbankan Dukung Laju Ekonomi

Plt Kadis Koperasi dan UMKM, Dewa Bochari, saat memberi keterangan kepada sejumlah wartawan, Dinas Koperasi Dan UMKM saat ini membubarkaan 22 koperasi yang tidak bersyarat.

PANGKEP, RAKYATSULSEL.COM – Wakil Bupati Pangkep, Syahban Sammana, meminta peran serta koperasi dan perbankkan untuk meningkatkan laju perekonomian di Pangkep, tanpa harus memberatkan dari segi persyaratan bagi pengusaha kecil.

Hal tersebut ditegaskan Syahban saat membuka kegiatan sosialisasi dan Informasi penyediaan permodalan bagi koperasi dan UMKM, yang digelar Dinas Koperasi dan UMKM Pangkep, Selasa, (4/4), di ruang rapat lantai 3 Kantor Bupati Pangkep.

Tidak hanya itu, Syahban juga mengingatkan masyarakat, agar setelah mendapatkan bantuan perkreditan untuk dimanfaatkan dengan baik, utamanya peningkatan barang pada usahanya, sehingga tidak menjadi masalah dikemudian hari.

“Kita harap pengelola keuangan, tidak mempersulit para pengusaha kita, termasuk hitungan bungannya jangan terlalu tinggi, dan saya harap Bantuan kredit itu nantinya buat menambah usaha, jangan di larikan di tempat lain yang tidak mendukung usaha,” ujar Syahban.

Ditempat terpisah, Plt Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Pangkep, Dewa Bochari, mengakui jika kegiatan ini pihaknya hanya sebagai fasilitator antara masyarakat dan Perbank, koperasi dan perusahaan yang memiliki dana CSR, dengan tujuan informasi dari mereka dapat di dengar langsung oleh calon peminjam.

“Kita hanya bantu para pengusaha kita, semoga mereka bisa lebih pesat, dengan bantuan para pemilik modal,” ungkapnya.

Saat disinggung terkait keterlibatan Koperasi dalam mendukung usaha di Pangkep, Dewa membeberkan jika pihaknya telah mengusulkan pembubaran 22 koperasi pangkep, ke kementrian, karena sudah tidak berkontribusi.

“Saat ini kita punya 329 koperasi di Pangkep, 69 diantaranga sudah tidak aktif, serta 22 koperasi yang telah kami usulkan ke Kementrian Koperasi dan UMKM untuk di bubarkan,” tegas Dewa.

Menurutnya, koperasi yang di usulkan untuk di bubarkan, adalah mereka yang diketahui tidak berkontribusi, termasuk koperasi yang tidak memiliki kantor, sudah tidak memiliki modal usaha, termasuk tidak memiliki staf atau karyawan.


div>