SELASA , 23 OKTOBER 2018

Wadduh…, Ternyata Dakwaan Gratifikasi ke Idris Ada Kuitansi Jual-Beli

Reporter:

Editor:

faisalpalapa

Senin , 04 April 2016 14:28
Wadduh…, Ternyata Dakwaan Gratifikasi ke Idris Ada Kuitansi Jual-Beli

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM__ Pembacaan eksepsi terdakwa Andi Idris Syukur dalam lanjutan sidang di Pengadilan Tipikor Makassar, Senin (4/4), memunculkan sejumlah bukti dan kejanggalan di balik kasus dugaan gratifikasi yang didakwakan ke Bupati Barru dua periode itu.

Dengan penuh ketenangan, Idris Syukur yang membacakan eksepsinya di depan majelis hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU), menanggapi tuduhan pemerasan atau pemberian mobil Pajero bekas, terkait penerbitan izin tambang PT Semen Bosowa Barru.

Menurutnya, prosedur penerbitan izin membutuhkan berbagai tahapan dan kajian. Setelah dinyatakan memenuhi syarat sesuai fakta formil, baru diterbitkan izin. “Jadi tidak ada niat sedikitpun dari kami begitu pula staf Pemerintah Kabupaten Barru yang terkait dengan penerbitan perizinan untuk sengaja memperlambat penerbitannya. Apalagi disertai maksud memaksa dengan jalan meminta sesuatu imbalan,” tegas Idris yang di sidang lanjutan itu kembali dipadati kerabat dan pendukung Idris.

Terkait tuduhan dari staf PT. Semen Bosowa Barru yang merasa khawatir permohonan perizinan yang mereka ajukan tidak akan dilayani jika tidak memenuhi permintaannya, Idris menganggap tidak berdasar. Pasalnya, upaya menghambat maupun memaksa dengan meminta sesuatu dinilai hanya dijadikan alasan untuk menyudutkannya, serta mempidanakannya.

Selain itu, pemberian mobil yang dianggap bagian gratifikasi mempermulus penerbitan izin, kenyataannya tidak ada hubungannya. Sebab mobil Pajero bekas itu, justru dibeli oleh keluarga Idris. Bahkan sampai sekarang masih tersimpan kuitansi jual-belinya.

“Mobil Pajero itu dibeli secara pribadi oleh keluarga kami. Dan itu sama sekali tidak ada relevansinya dengan tuduhan memanfaatkan jabatan kami selaku Bupati. Karena hal ini dilakukan secara prosedural sebagaimana lazimnya jual-beli. Penjual sebagai pemilik mobil bertindak secara pribadi. Begitu pula keluarga kami sebagai pembeli juga bertindak selaku pribadi.  Dan hal itu telah mendapat pengesahan pengalihan hak dari pihak berwenang dalam hal ini Samsat,” jelas Idris meyakinkan.

[NEXT-RASUL]

Idris yang sejak awal diduga dikriminalisasi menambahkan, sangatlah naif jika ia melakukan tindakan pemaksaan terhadap perusahaan besar dan kuat seperti PT Bosowa Group. Apalagi perusahaan tersebut berinvestasi di Kabupaten Barru atas ajakan Pemkab.

“Justru selama ini kami beri kesempatan yang luas ke pihak PT Bosowa Group untuk mengembangkan usahanya di Kabupaten Barru. Tentu harapan kami, kehadirannya dapat mendatangkan investor-investor lain, sekaligus mendorong roda perekonomian di Barru,” pungkasnya.

Di depan majelis hakim, Idris memanfaatkan pembacaan eksepsi itu untuk menyampaikan keluh kesahnya sebagai kepala daerah. Bagi dia, di daerah

yang memiliki potensi dan kebijakan kemudahan investasi, para pelaku pemerintahan akan diperhadapkan dengan berbagai masalah. Seolah-olah berada di belantara “hutan rimba” dalam menghadapi berbagai persoalan politik-ekonomi para investor, baik yang bersifat positif, maupun yang bersifat negatif. Kondisi itu rentan untuk bersentuhan dengan penegakan hukum.

Olehnya itu, sebut dia, diperlukan profesionalisme dan kearifan para penegak hukum dalam mengkaji dan menerapkan aturan hukum agar tidak terjadi kriminalisasi atau pendzaliman. Sehingga keadilan benar-benar terwujud dalam kehidupan masyarakat, termasuk di dalam penyelenggaraan pemerintahan.

“Kami berharap Yang Mulia Majelis dapat melakukan “ijtihad” yang terbaik didalam mengambil keputusan, baik dari sisi keadilan, kemanfaatan maupun dari sudut kepastian hukum. Ketiga tujuan hukum ini juga merupakan tujuan kita bersama dalam mengelola pemerintahan yaitu berkeadilan, bermanfaat dan menghadirkan kepastian hukum dalam pelayanan untuk kesejahteraan rakyat,” harapnya.

“Sebagai penutup, berbagai hal yang kami kemukakan ini selain menjadi eksepsi atau pembelaan bagi pribadi kami, juga diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi para rekan-reka


div>