JUMAT , 19 OKTOBER 2018

Wagub Sulsel Dorong PT Energi Sengkang Suplai Gas ke Rumah Warga

Reporter:

Arini

Editor:

Iskanto

Rabu , 10 Oktober 2018 09:41
Wagub Sulsel Dorong PT Energi Sengkang Suplai Gas ke Rumah Warga

ILUSTRASI

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Masyarakat Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dapat bersenang hati, karena dalam waktu dekat Pemerintah Provinsi (Pemprov) akan melakukan pengelolaan Energi Gas ke rumah warga.

Hal tersebut dianggap lebih efisien dan murah untuk digunakan rumah tangga. Selain itu, diharapkan juga mampu menstabilkan neraca perdagangan.

Wakil Gubernur Sulsel, Andi Imran Sulaiman membeberkan saat ini Sulsel memiliki PT Energi Gas yang dianggap mampu mensuplai kebutuhan gas masyarakat Sulsel.

“Kita akan mengedepankan untuk pengolahan sistem energi gas, ada PT Energi Sengkang kita punya. Harapannya kita dapat obrolkan untuk city gas. Saya kemarin berbicara dengan Direktur Energi Sengkang, ini gasnya kok langsung dibuang, padahal banyak orang butuh gas disini. Tinggal infrastruktur pipanya,” ujarnya, saat dikonfirmasi Selasa (9/10).

Sehingga, dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan Feasibility Study (Studi Kelayakan). Kemudian melakukan koordinasi dengan pihak Kementerian Energi Sumber Daya Manusia (ESDM), meminta kuota gas untuk Provinsi Sulsel.

“Kita akan melakukan feasibily study (studi kelayakan), kemudian itu nanti kita minta kuota, kalau fesibility studynya sudah selesai. Menteri BUMN juga sudah akui kalau itu lebih efisien., lebih murah, lebih bagus dan lebih menjanjikan. Mumpung kita ada gas, kita tinggal bersurat ke Kementerian ESDM soalnya provinsikan tidak bisa gunakan gas kalau tidak izin dari kementerian,” jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Sumarno menjelaskan bahwa saat ini pihaknya dalam upaya memperkuat kemampuan energi gas yang ada di Indonesia. Salah satunya dengan menggabungkan Pertamina dan Perusahaan Gas Negara (PGN).

Karena menurutnya, penggunaan energi gas lebih terjangkau dibandingkan menggunakan LPG.

“Kami baru saja menggabungkan pertamina dengan Perusahaan Gas Negasa (PGN), tujuannya untuk memperkuat kemampuan kita untuk meningkatkan infrastruktur atau net working dari pipa kita untuk bisa menyediakan gas alam. Bukan hanya untuk bisnis tapi juga ke rumah-rumah. Karena itu misalnya adalah cost yang paling murah untuk masyarakat kita menggunakan gas alam. Dibandingkan kita pakai LPG dan itu juga bisa menurunkan import kita,” jelasnya.

Selain itu, hal tersebut juag merupakan upaya untuk mengurangi import. Sehingga dapat memperkuat neraca perdagangan.

“Karena itu tugas kita bersama, bagaimana menurunkan import kita, dan bagaimana kita meningkatkan eksport. Sehingga neraca perdagangan kita menjadi sangat sehat. Itu menjadi tanggung jawab kita,” pungkasnya. (*)


div>