SABTU , 20 OKTOBER 2018

Wahab Tahir : Saya Diperintahkan Ungkap Penyebar Hasil Pemeriksaan BNN

Reporter:

Iskanto

Editor:

Muhammad Alief

Kamis , 26 Juli 2018 15:49
Wahab Tahir : Saya Diperintahkan Ungkap Penyebar Hasil Pemeriksaan BNN

Sekretaris DPD II Golkar Makassar, Abd Wahab Tahir

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Sekretaris DPD II Golkar Makassar, Abdul Wahab Tahir, angkat bicara persoalan adanya surat BNN yang menyebutkan bahwa salah satu Caleg Golkar Melani Mustari, yang diduga menggunakan obat-obatan terlarang.

Wahab mengaku dirinya diberi perintah langsung oleh DPD I Golkar Sulsel untuk mencari tahu siapa yang menyebarkan foto dokumen BNN perihal hasil pemeriksaan Melani Mustari. Wahab menegaskan, siapapun yang menyebarkan foto dokumen itu akan ia tindak dengan tegas apalagi kalau pelakunya adalah kader Golkar.

Pasalnya, hasil pemeriksaan tersebut menunjukkan ada indikasi kepentingan politik yang ingin menjatuhkan Melani yang berstatus sebagi petahana DPRD Makassar, sebab foto dokumen hasil pemeriksaan BNN tersebut sifatnya rahasia dan bukan untuk menjadi konsumsi publik.

“Hari ini saya diberi perintah lisan untuk mencari tahu siapa yang menyebar dokumen rahasia dari BNN itu. Saya harap pelakunya itu bukan kader Golkar,” ujarnya, saat ditemui di Komisi A DPRD Makassar, Kamis (26/7).

Apalagi, legislator DPRD Makassar, dalam dokumen BNN itu tidak ada yang menyatakan saudari Melani mengkonsumsi narkoba, hanya menunjukkan hasil tes urine Melani mengandung Amphetamine dan itu bukan berarti yang bersangkutan mengkonsumsi narkoba.

“Saya kenal betul Melani, tidak mungkinlah dia pake narkoba. Hasil tes dari BNN itu memang menunjukkan ada kandungan Amphetamine, tapi bisa saja itukan dari obat yang dikonsumsi Melani, contohnya kalau perempuan minum Kiranti, pasti positif itu. Menurut saya saudari Melani itu harus diberi ruang untuk klarifikasi,” bebernya.

Wahab juga mengaku jika dirinya juga mendapat perintah mengantar Melani Mustari melakukan assesment ke BNN, terkait hasil pemeriksaan tersebut. Lebih jauh, Wahab juga mengatakan jika pemeriksaan yang dilakukan tersebut atas permintaan DPD I Golkar sendiri, jadi kalau memang Melani Mustari mengkonsumsi bisa saja dia menghindari pemeriksaan saat itu.

“Saudari Melani juga saat ini masih syok, jadi saya minta masyarakat juga jangan langsung menghakimi, hanya karena status surat itu. Setidaknya beri ruang untuk klarifikasi. Kecuali saudari Melani terjaring razia atau OTT,” paparnya.

Apalagi, sambungnya, Melani Mustari sudah dinyatakan telah memenuhi syarat sebagai caleg DPRD Makassar. Ia juga telah melakukan pemeriksaan kesehatan di RSUD Daya dan hasilnya keluar pada 2 Juli lalu dan dinyatakan negatif narkoba. Olehnya itu, ia pun mencurigai ada pihak-pihak tertentu yang ingin menjegal dan menjatuhkan Melani jelang Pileg 2019 mendatang, apalagi status Melani sebagai petahana di DPRD Makassar.

“Itu saudari Melani melakukan pemeriksaan dalam rangka pemenuhan berkas calegnya, hasilnya kan negatif. Kalau dikatakan dimanipulasi, saya kira sulit, kan dokter itu terikat sumpah. Jadi dokumen hasil pemeriksaan BNN yang dimunculkan itu, dipastikan ada unsur politik di dalamnya,” tandasnya. (*)


Tag
div>