MINGGU , 20 JANUARI 2019

Wahh, Segini Harga Booking Primadona Striptis di Malam Tahun Baru

Reporter:

Iskanto

Editor:

Rabu , 19 Desember 2018 11:06
Wahh, Segini Harga Booking Primadona Striptis di Malam Tahun Baru

Ilustrasi (ist)

BOGOR, RAKYATSULSEL.COM – Tak hanya di lokalisasi Gang Semen, di kawasan Warung Kaleng Tugu Selatan Cisarua Bogor pun stok pekerja seks komersial alias PSK untuk malam pergantian tahun habis.

Banyak PSK yang sudah dipesan jauh-jauh hari untuk pesta seks di malam pergantian tahun. Sampai-sampai para pengasuhnya yang biasa dipanggil mamih itu harus mendatangkan PSK dari luar.

“Kalau pesannya di hari H (malam tahun baru-red) sudah habis. Ini saja kami mau datangkan striptis,” ujar Rinni, salah satu mamih PSK di kawasan Warung Kaleng dalam obrolan dengan Metropolitan.

Dia mengaku kebanjiran order untuk memenuhi kebutuhan PSK. Untuk di malam tahun baru saja setidaknya ada 20 anak buahnya yang sudah habis dipesan sejumlah pria hidung belang. “Makanya kami juga siapkan sepuluh penari striptis. Itu sudah dipesan dari Ciputat, Tangerang Selatan,” tuturnya.

Bahkan mereka sudah memberikan DP untuk para wanita penghibur yang akan menemaninya di malam tahun baru.

“Untuk hari biasa tarifnya mulai dari Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta. Sedangkan kalau tahun baru begini kami patok harga Rp 1 juta sampai Rp 3 juta,” terangnya.

Karena banyaknya tamu yang menanyakan striptis, dia mengaku sempat kebingungan mencari penari. Bahkan untuk memuaskan pelanggannya, dia sampai meminta bantuan kepada temannya yang berada di Cipanas, Kabupaten Cianjur, untuk dikirimkan penari striptis.

Menurutnya, tidak mudah juga menjadi seorang penari striptis dan memuaskan nafsu para pria hidung belang.

Di malam tahun baru nanti, para penari telanjang akan dikirim ke sejumlah vila di kawasan Puncak, seperti di Kampung Amper, Ciburial, Batulayang, Batukasur dan beberapa wilayah lainnya. Setiap penari didampingi satu tukang ojek untuk menjaganya.

Selain menghibur para pelanggan dengan tari-tarian, para penari telanjang nantinya akan memuaskan nafsu birahi para pelanggannya. Hal itu dia sarankan kepada anak buahnya agar mendapatkan penghasilan yang lebih selain dari bayaran striptis. “Anak-anak saya ajarin untuk mencari kesempatan yang lain. Toh uang juga buat mereka,” kata dia.

Untuk malam tahun baru sendiri, dia mengaku sudah banyak para pelanggannya yang menghubungi untuk meminta para penari. Dia pun mengarahkan agar para pelanggannya tersebut memberikan DP kepada penarinya tersebut agar di malam tahun baru bisa menemaninya. Terlebih si mamih ini mengaku memiliki anak emas yang selalu memikat para pelanggannya untuk kembali menggunakan jasanya. “Iya, kata Fitri (primadona striptis, red) tamunya banyak, bahkan booking-nya aja sampe Rp 5 juta,” ungkap Rani.

Melonjaknya jumlah orderan juga diamini Rendy (29), penjaja vila di kawasan Desa Leuwimalang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Berdasarkan pengakuannya, dia juga kerap kali direpotkan kala memasuki pergantian tahun seperti saat ini. Sebab, banyak lelaki hidung belang yang sengaja datang untuk merayakan malam pergantian tahun, sambil menyewa vila lengkap dengan fasilitas wanita. “Biasanya kami pakai freelance. Jadi ambil dari luar. Soalnya kalau dari sini sudah pada habis di-booking,” kata Rendy.

Sementara itu, salah seorang kepala desa sekitar, Cacuh Budiawan membenarkan adanya praktik prostitusi di Gang Semen. Dia mengatakan, awalnya lokasi itu merupakan bekas pabrik semen merah atau batako. Namun, lambat laun kontrakan itu malah beralih jadi tempat prostitusi.

“Pas pembuatan izinnya, memang untuk kontrakan dan kosan, bahkan sempat juga ada ormas yang mempermasalahkan, tapi tetap saja begitu lagi,” tegasnya.

Menurut Cacuh, dia dihadapkan pada keputusan yang serbasulit. Sebab, banyak warga desanya yang juga mendapat penghasilan dari kawasan tersebut.

“PSK mayoritas dar luar Bogor, kalau yang jaga vila dan penjaja PSK itu warga saya, warga asli daerah situ,” keluh Cacuh seraya menggelengkan kepala.

Dia mengaku sempat dibingungkan dalam mengambil keputusan lantaran banyaknya warga Cacuh yang ikut ambil bagian dalam bisnis tersebut. “Kalau bukan warga pribumi yang melakukan sudah habis diamuk masa,” cetusnya dengan nada kesal.

Cacuh mengaku dirinya merasa serbasalah dalam pengambilan kebijakan, terkait lokalisasi tersebut. Dia berharap pemerintah pusat Bumi Tegar Beriman bisa membantu pihaknya dalam mengatasi bisnis haram yang berlokasi tepat di wilayahnya.

Cacuh bermimpi bisa menyulap kawasan Gang Semen menjadi sebuah rest area, dengan beragam fasilitas lengkap yang disediakan pihaknya nanti. “Jadi walaupun GS hancur, tapi masayarakat sekitar tetap mendapatkan pemasukan dan miliki pekerjaan,” tutupnya. (jpnn)


div>