RABU , 14 NOVEMBER 2018

Wahid Thahir : Demi Allah, Saya Tidak Menikmati Sepeserpun

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Jumat , 25 Agustus 2017 13:16
Wahid Thahir : Demi Allah, Saya Tidak Menikmati Sepeserpun

Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Sulsel, Abdul Wahid Thahir. (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel, menggeledah Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulsel di Jalan Nuri, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Kamis (24/8). Penggeledahan dipimpin langsung Kasubdit III Tipikor Direskrimsus Polda Sulsel, AKBP Leonardo Pandji.

Diketahui, penggeledahan tersebut merupakan tindaklanjut dari penyidikan dugaan kasus korupsi pembangunan asrama putra-putri Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insani Cendekia, yang terletak di Desa Bepunranga, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa.

Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Abd Wahid Tahir, mengaku terbuka dan mempersilahkan penyidik kepolisian untuk melakukan tugasnya. Dalam kasus ini, sejumlah pihak sudah diperiksa pihak kepolisian. Mulai dari PPK, ULP sampai rekanan. Jika penyidik masih membutuhkan dokumen yang dianggap ada di kantornya, ia mempersilahkan dengan tangan terbuka.

“Saya persilahkan, kalau butuh bongkar dokumen silahkan. Apalagi ini memang berhubungan dengan temuan ketidaklayakan gedung,” ujarnya.

Ia mengakui, sedari awal melihat temuan ini, pihaknya sudah meminta agar kasus ini ditindaki. Apalagi, dari segi kontruksinya memang ada temuan kualitas betonnya tidak bagus. “Kalau rubuh, inikan kasian anak-anak kita bisa jadi korban,” pungkasnya.

Saat diwawancarai awak media, Wahid Tahir bahkan bersumpah, tidak mengambil satu rupiahpun dari proyek ini. Bahkan setelah ada tambahan anggaran di tahun 2017 senilai Rp 5 miliar, ia tidak memerintahkan kelanjutan pembangunan, sebelum ada perintah dari kepolisian.

“Demi Allah, saya tidak menikmati sepeserpun. Tidak ada. Bahkan saya yang bersurat, saya yang meminta agar pelaku dikejar,” tegasnya.

[NEXT-RASUL]

Sementara, Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, menjelaskan, penggeledahan dilakukan di Kantor Kemenag Sulsel, sebab instansi tersebut adalah pelaksana pembangunan. Diketahui, anggaran pembangunan asrama putra dan asrama putri MAN IC di Kabupaten Gowa bersumber dari APBN sebesar Rp 8.230.000.000. Proyek tersebut dimenangkan PT Cahaya Insani Persada.

“Makanya, kita langsung geledah untuk mencari bukti dokumen,” ujar Dicky.

Sebelumnya, sebut Dicky, pada tanggal 16 Juli 2017, saat dilakukan pemeriksaan fisik oleh tim ahli dari Unhas Makassar, berhasil diperoleh keterangan bahwa kualitas beton pada pekerjaan tersebut tidak memenuhi syarat, sebagaimana yang dituangkan dalam kontrak yaitu K-225. Namun, yang teralisasi di lapangan hanya kualitas beton antara K-102 sampai dengan K-122, sehingga dikategorikan gagal kontruksi.

Direktorat Kriminal Khusus Polda Sulsel lalu melakukan penggeledahan di tiga lokasi, untuk mencari bukti-bukti dokumen untuk kebutuhan penyidikan. Antara lain, Rumah Kantor PT Cahaya Insani Persada Jalan A Mallombassang Nomor 80 Sungguminasa Gowa, Kantor PT Cahaya Insani Persada Jalan KH Wahid Hasyim No 244 Sungguminasa Gowa, dan Kantor Wilayah Kemenag Sulsel di Jalan Nuri Nomor 53 Makassar.

Dalam kasus ini, pihak kepolisan sebelumnya sudah menaikkan status kasus tersebut dari penyelidikan manjadi penyidikan. Namun, penetapan tersangka belum dilakukan, sebab masih dalam tahapan mengumpulkan bukti-bukti. Sejauh ini, sudah ada sembilan saksi diperiksa. (mg04-mg06/dwi/D)


div>