SENIN , 15 OKTOBER 2018

Wahid Thahir : Guru jangan Hanya Merasa Pintar tapi Tidak Pintar Merasa.

Reporter:

Editor:

Nunu

Kamis , 22 Februari 2018 14:30
Wahid Thahir : Guru jangan Hanya Merasa Pintar tapi Tidak Pintar Merasa.

Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Prov. Sulsel tahun Anggaran 2018 menggelar "Kegiatan Bimtek Penguatan Kapasitas Guru Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) dan Guru Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ)" di Hotel Traveller Phinisi Makassar, Kamis, 22 Februari 2018.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Menindaklanjuti Programnya di Tahun 2018, pasca Pelaksanaan Raker Kanwil minggu lalu di Asrama Haji Sudiang Makassar yang dibuka langsung oleh Menteri Agama RI, Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Prov. Sulsel tahun Anggaran 2018 menggelar “Kegiatan Bimtek Penguatan Kapasitas Guru Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) dan Guru Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ)” di Hotel Traveller Phinisi Makassar, Kamis, 22 Februari 2018.

Kegiatan ini bertujuan untuk peningkatan kualitas guru dari sisi wawasan, koordinasi, integrasi dan singkronisasi dalam upaya mencapai keberhasilan tujuan pendidikan agama dan keagamaan.

Dalam Sambutan Pembukaannya, Kakanwil menyampaikan agar Baik Guru MDT maupun TPQ harus terus mengasah diri khususnya Kapabilitas dan kapasitasnya di bidang kerja yang ditekuni saat ini karena yang kita hadapi dan kita mau bentuk kepribadiannya adalah peserta didik yang merupakan generasi pelanjut bangsa dan Agama.

Guru jangan sama sekali berhenti belajar, karena era Modernitas saat ini memungkinkan perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi sudah merasuk ke generasi millenial saat ini dimanapun dia berada, olehnya itu guru harus selalu memperbaharui ilmu dan keterampilannya, jangan sampai peserta didik kita lebih pintar dan lebih update terhadap informasi baru dibanding Gurunya, Tambah Kakanwil.

Dari sinilah kemudian saya mengharapkan agar Guru jangan hanya merasa pintar tapi tidak pintar merasa, karena sifat merasa pintar justru bisa membuka sisi sisi kekurangan, ketidaktahuan dan keterbatasan kita, pesan Kakanwil.

Kakanwil juga menitipkan pesan buat para pimpinan Lembaga atau yayasan yang mengelola MDT dan TPQ agar taat aturan, disiplin terhadap juklak dan juknis, serta bertanggungjawab, karena dari hal tersebutlah sinergitas antara Lembaga dan stake holder khususnya Kementerian Agama tempat kita bersama bernaung bisa terjaga lebih baik.

Acara ini diikuti oleh 80 orang peserta dari Guru MDT dan Guru TPQ se Sulsel serta seluruh Kepala seksi dalam Iingkup Bidang PD. Pontren Kanwil Kemenag Prov. Sulsel.


div>