SABTU , 20 OKTOBER 2018

Wahid Thahir Tegaskan Pengawas Harus Cerdas

Reporter:

Editor:

Niar

Sabtu , 21 April 2018 07:41
Wahid Thahir Tegaskan Pengawas Harus Cerdas

int

MAKASSAR, RAKSUL.COM- (Inmas Sulsel) Aula Utama Aerotel Smile Hotel yang berada di kawasan Pantai Losari Makassar disesaki oleh 120 orang Peserta yang terdiri dari 40 orang pengawas Madrasah dan 80 Guru Madrasah dari semua jenjang yakni Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aliyah se Sulsel.

Keberadaan mereka guna mengikuti pembukaan kegiatan Workshop Peningkatan Kompetensi Pengawas Madrasah, Metodologi Pembelajaran Guru Madrasah MI, MTs, MA dan sistem penilaian berbasis ICT dan CBT MTs bagi Guru Madrasah se Sulsel.

Workshop yang diselenggarakan selama 3 hari ini yakni mulai tanggal 19 – 21 April 2018 diprakarsai oleh Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Prov. Sulsel dimana Dr. Hj. Yuspiani, M.Pd selaku komandannya.

Dr. H. Abd. Wahid Thahir, M.Ag selaku Kakanwil Kemenag Ptov. Sulsel dalam arahannya menegaskan kalo seorang Pengawas itu wajib cerdas, karena Pengawas itu seyogyanya Gurunya Para Guru. Disinilah pengawas dituntut untuk terus mengupdate pengetahuan dan keterampilannya, jangan sampai Guru yang diawasi lebih memahami persoalan dibanding pengawasnya sendiri.

Meskipun disisi lain Kakanwil juga mengungkapkan keprihatinannya karena kurangnya jumlah pengawas kita di Madrasah, bahkan ada satu kabupaten yang hanya 1 orang pengawasnya. Ini menjadi perhatian khusus bagi kami untuk segera diselesaikan, ungkapnya.

Khusus terkait Madrasah berbasis IT, Kakanwil mengharapkan paling lambat tahun depan, seluruh madrasah di Sulsel sudah bisa melaksanakan ujian Nasional berbasis Komputer (CBT).

Tidak ada lagi alasan. Selama ini kendala utamanya soal ketersediaan perangkat komputer, sekarang Laptop sudah bisa, Kalaupun laptop masih menjadi alasan, maka mari semua bercermin dan belajar berinovasi sebagaimana yang dilakukan salah satu madrasah kita di Kab. Wajo, Lanjut Kakanwil.

Salah satu Madrasah kita di Kabupaten Wajo tahun ini melakukan terobosan luarbiasa, sampai sekelas Menteri Agama pun menyampaikan apresiasi positifnya. Dimana pada UNBK tahun ini mereka mampu menyelesaikan kendala keterbatasan perangkat kerasnya dengan melaksanakan UNBK berbasis Android, sisi efektif dan efesiensinya sangat terasa manfaatnya. Dan kita semua harus berinovasi seperti mereka, papar Kakanwil.

Inilah yang saya maksud dengan asah terus potensi dan kompetensi kita dalam melaksanakan tugas, dan itulah guru atau pendidik yang sesungguhnya, Tutup Beliau. (Wrd)


Tag
div>