SELASA , 20 NOVEMBER 2018

Wahli Nilai Polda Sulsel Tidak Ahli Tuntaskan Kasus Donadei

Reporter:

Editor:

dedi

Senin , 26 Desember 2016 18:59
Wahli Nilai Polda Sulsel Tidak Ahli Tuntaskan Kasus Donadei

Ilustrasi

PINRANG, RAKYATSULSEL.COM – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sulawesi Selatan (Sulsel), menilai, kelanjutan proses kasus dugaan perambahan kawasan Hutan Produksi Terbatas (HTP) yang disulap menjadi kawasan wisata Donanei, tidak mendapat penangan serius.

Diketahui, wisata seluas 80 hektar yang terletak di Desa Sali-sali, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, dengan pemilik Donatus Marru, diduga tidak mengantongi izin, sehingga dilaporkan oleh Walhi kepada Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel.

Kepala Departemen Advokasi dan Kampanye Walhi Sulsel, Muh. Al Amin mengaku, sampai sejauh ini pihaknya melihat tidak ada perkembangan yang signifikan, dalam proses kasus tersebut, dan terkesan tidak digubris.

“Kami telah mengajukan laporannya dua bulan lalu, dan sampai sejauh ini kami belum mendapat progres yang jelas terkait penuntasan kasus tersebut,” katanya, Senin (26/12/2016).

Menurut Amin, Polda Sulsel tidak memiliki keahlian dalam melakukan penyelidikan khusus dalam kasus yang menyangkut lingkungan hidup. “Ya tentunya kami kecewa karena belum ada hasil yang memperlihatkan kinerja Kepolisian mengusut kasus tersebut,” ujarnya.

Apalagi, lanjut Amin, seharusnya Kepolisian lebih terbuka terkaitĀ  perbuatan melawan hukum, terhadap kasus tersebut. Dia menjelaskan, surat izin kawasan tersebut, sudah jelas belum dikantongi. Sehingga, kata dia, seharusnya itu bisa menjadi dasar dan acuan Kepolisian dalam penyelidikan.

“Yang jelas, kasus ini akan kami prioritasnya pada tahun 2017, dan kami juga akan kami ajukan pula pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Makassar,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) IV Sumber Daya Lingkungan (Sumdaling) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel, AKBP Kadar Islam, mengatakan, pihaknya telah menyerahkan kasus tersebut pada Dinas Kehutanan (Dishut) Sulsel.

“Kami sementara melakukan mediasi terkait perizinannya dengan pengelolah Donadei, dan akan kami periksa juga. Sampai saat ini, kasus hukumnya pun masih terus berjalan,” tandasnya.


div>