SABTU , 22 SEPTEMBER 2018

Wais Zulkarni Achmad, Pelajar Berprestasi yang Cinta Budaya dan Sejarah

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Jumat , 14 April 2017 15:03
Wais Zulkarni Achmad, Pelajar Berprestasi yang Cinta Budaya dan Sejarah

Wais Zulkarni Achmad. foto: atho tola/rakyatsulsel.

PANGKEP, RAKYATSULSEL.COM – Tidak semua orang tertarik untuk menekuni, bahkan memilih mendalami ilmu sejarah dan kebudayaan, terlebih di era modern saat ini. Generasi muda Indonesia jauh lebih melirik zona nyaman berselancar di dunia teknologi atau gadget.

Meski demikian dari sekian remaja khususnya di Kabupaten Pangkep, yang tidak sadar memilih melupakan sejarah, masih ada remaja yang peka dan justru memilih terjun ke dunia sejarah dan budaya tersebut.

Adalah Wais Zulkarni Achmad, remaja yang kini menginjak usia 17 tahun, memilih dunia yang dianggapnya hal paling menarik untuk dibahas dan didalami. Bahkan terkini, pria yang akrab disapa Wais ini, membuktikan diri menjadi yang terbaik di ajang lomba Jejak Tradisi Daerah VII, yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Balai Pelestarian Nilai Budaya Sulsel di Kabupaten Bone, 3-6 April lalu.

Saat ditemui secara eksklusif, Wais yang mengidolakan sosok sejarawan Anhar Gonggong tersebut hanya diam dan baru berbicara saat tim melemparkan pertanyaan.

“Saya pilih menekuni dunia sejarah dan budaya, khususnya nilai kedaerahan, karena kebudayaan atau tradisi serta sejarah masa lalu, dipercaya bisa menghidupkan semua sektor. Baik itu pendidikan dan juga pariwisata, terlebih sejarah adalah hal yang unik,” tuturnya.

Dengan prestasinya, remaja kelahiran Majene, 4 November 1999 ini, tengah mempersiapkan diri mengikuti dua ajang tingkat nasional mewakili Sulselbar, yakni lomba Olimpiade Sejarah Nasional di Jember dan lomba Jejak Tradisi Nasional di Pontianak, Agustus mendatang.

“Sekarang saya mulai mempersiapkan diri, mempelajari lebih dalam budaya secara nasional dan dalam waktu dekat bertemu budayawan Sulsel, untuk lebih memperkaya referensi,” lanjut Anak bungsu dari pasangan Ahmad Djamaan dan St Ramlah Natsir tersebut.

[NEXT-RASUL]

Meski gemar dengan bidang sejarah dan budaya, bukan berarti mantan Juara I Olimpiade Sejarah tersebut tidak menemui kendala.

Menurut remaja yang dulu ingin menjadi anggota TNI ini, salah satu penghambat mempelajari nilai budaya dan sejarah lantaran masih minimnya referensi serta perbedaan mendasar yang begitu kompleks yang ada di setiap daerah.

“Kesulitan saya hanya di segi referensi, karena masih sedikit nilai budaya dan sejarah daerah di indonesia yang terbukukan, tidak hanya itu, kebhinekaan masing masing daerah, termasuk bahasa tubuh yang digunakan berbeda beda, membuat kita wajib lebih fokus memahami nilai budaya yang ada,” tambah pelajar yang kini menimba ilmu di SMA Negeri 2 Pangkajene tersebut.

Dukungan orang tua sendiri dianggap menjadi nilai tambah bagi Wais untuk menekuni bidang yang digemarinya, bahkan satu hal yang tertanam di dalam diri remaja 17 tahun ini adalah pesan sang ayah dengan kalimat ‘Jangan Pernah Khianatai Kepercayaan yang Diberikan’.

“Orang tua selalu, mendukung, dan melatih, termasuk memberi izin di setiap kegiatan, bahkan orang tua tidak pernah mengatur keinginan yang saya pilih,” jelas Wais.

Melihat potensi Kabupaten Pangkep, yang kaya akan sejarah dan budaya, Wais berharap dengan potensi yang dimilik pemerintah tidak menutup mata, termasuk memperhatikan siswa yang memiliki kompetensi untuk berkompetisi di tingkat nasional.

“Semoga pemerintah peka, untuk siswa yang berprestasi, termasuk menjaga nilai budaya, agar tetap lestari, dan tidak tergerus modernisasi, karena budaya itu sangat penting untuk generasi penerus,” terangnya. (***)

[NEXT-RASUL]

Data Diri:

Nama Lengkap: Wais Zulkarni Achmad
TTL: Majene, 4 November 1999
Cita-cita: TNI
Hobi: Futsal
Anak ke: Dua dari Dua Bersaudara
Orang Tua:
Ayah: Drs Achmad Djamaan MSi
Ibu: St Ramlah natsir

 


Tag
div>