KAMIS , 20 SEPTEMBER 2018

Wajar Hukuman Kebiri Diberikan untuk Wakil Dekan Unair

Reporter:

Editor:

dedi

Selasa , 04 April 2017 19:48
Wajar Hukuman Kebiri Diberikan untuk Wakil Dekan Unair

int

RAKYATSULSEL.COM – Remaja 16 tahun harus menelan pil pahit karena menjadi korban pelecehan seksual dari Wakil Dekan III di Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, IKS.

Pemerhati anak Seto Mulyadi mengaku kecewa dengan ulah wakil dekan tersebut. Padahal dia adalah seorang akademisi yang memiliki pendidikan tinggi.

“Ini terjadi berkali-kali demikian tentu yang paling penting ada segera penindakan hukuman yang tegas,” ujar pra yang akrab disapa Kak Seto kepada JawaPos,¬† (RAKYATSULSEL.COM Group) Selasa (4/4).

Pria kelahiran Klaten, Jawa Tengah ini meminta IKS harus dijerat dengan Undang-Undang Nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua UU Perlindungan Anak yang salah satu hukumannya adalah pemberian kebiri. “Berikan efek jera kepada pelaku,” tegasnya.

Sementara korban berinisial JS harus secepatnya mendapatkan penanganan, seperti pemulihan kondisi psikologisnya. “Harus diterapi karena akan menimbulkan penyimpangan prilaku dan justru akan berbahaya bagi kehidupannya nanti,” katanya.

Sebelumnya, dunia pendidikan di Surabaya benar-benar tercoreng karena ulah seorang oknum dosen yang harus berurusan dengan polisi lantaran diduga melakukan pencabulan. Bahkan, dosen yang satu ini bukan dosen biasa. Dia adalah IKS yang merupakan wakil dekan III di Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

IKS diduga melakukan pelecehan seksual terhadap JS, 16 seorang remaja laki-laki di bawah umur. Aksi pelecehan seksual itu dilakukan di sebuah tempat sauna di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Surabaya Timur.

Berdasarkan informasi yang dihimpun  Kasus tersebut terbongkar ketika IKS mengajak JS pergi ke tempat fitness, tepatnya di Celebrity Fitness yang berlokasi di lantai IV Galaxy Mall Surabaya, Sabtu (1/4) sekitar pukul 19.30 WIB Saat itu, IKS mengajak JS ke ruang sauna di tempat fitness tersebut.

Di tempat relaksasi dengan proses mandi uap inilah, IKS diduga melakukan pelecehan seksual dengan cara memaksa ABG warga Mulyorejo itu untuk melakukan oral seks. Hanya saja saat itu, JS menolak. Tapi karena terus dipaksa oleh IKS, remaja tanggung itu pun memberanikan diri untuk berteriak.

Suara teriakan JS kontan menghebohkan ruangan sauna dan fitness, termasuk pihak keamanan di Galaxy Mall. Mengetahui hal itu, IKS panik dan sempat membantah jika dia melakukan pelecehan seksual kepada JS.(cr2/JPG)


div>