SABTU , 20 OKTOBER 2018

Wajo Tetapkan KLB DBD

Reporter:

Editor:

hur

Selasa , 09 Februari 2016 16:17

WAJO, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Kabupaten Wajo menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Wajo. Itu diungkapkan Bupati Wajo, Andi Burhanuddin Unru saat dijumpai di ruangannya, Selasa, 9 Februari.

Bupati dua priode itu mengatakan, tinggi penderita DBD dari tahun lalu menjadi alasan pemerintah menetapkan status KLB. Pada priode 9 Februari tahun 2015 kasus hanya 37 kasus sementara priode per 9 Februari 2016 mencapai 81 kasus dan menelan korban jiwa.

“Ini sudah menjadi kejadian luar biasa karena sudah menelan korban jiwa. Apalagi penderita di priode yang sama sudah dua kali lipat,”tegasnya.

Andi Burhanuddin mengaku sudah memerintahkan seluruh SKPD, Camat, dan Lurah untuk berpartisipasi dalam menjaga lingkungan. Pasalnya, lingkungan salah satu bentu.

“Kita akan galakkan Jumat dan Sabtu bersih. Nanti di Jumat dan Sabtu bersih itu akan dilakukan 3 M dan itu secara berlanjut,” tegasnya.

Penetapan status KLB juga ditegaskan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo, dr Baso Rahmanuddin. Mantan Plt RSUD Lamaddukelleng itu menjelaskan, pihaknya sudah melakukan upaya untuk mencegah DBD ini seperti melakukan upaya 3 M dan melakukan fogging.

Dari 81 kasus, lanjut dr Baso, sudah 60 yang sudah dilakukan fogging. Tinggal 21 yang belum dilakukan foging. Untuk penyebarannya sendiri yang paling banyak kasus di Kecamatan Tempe sampai 30 kasus.

“Kita berharap partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungannya. Karena yang paling berperan dalam mencegah DBD ini adalah masyarakat,” ujarnya.


Tag
  • DBD
  •  
    div>