RABU , 17 OKTOBER 2018

Wakili Generasi Muda, Sahlan Lolos Sebagai Agen Perdamaian Sulsel

Reporter:

Editor:

Iskanto

Rabu , 03 Oktober 2018 16:00
Wakili Generasi Muda, Sahlan Lolos Sebagai Agen Perdamaian Sulsel

Sahlan Fahmi J bersama Presiden RI Joko Widodo

TAKALAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Indonesia khususnya di daerah berharap kepada pemuda-pemudi masa kini bisa menjadi agen perdamaian dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Hal itu tak terlepas bahwa di tengah-tengah kehidupan masyarakat yang masih sering terjadi konflik antar kelompok, pembunuhan dan tindak kekerasan.

Bahkan, Sebagai generasi muda, seharusnya bisa menjadi agen perdamaian. Dengan begitu tidak ada lagi konflik yang diwarnai dengan tindak kekerasan dan perpecahan dimasyarakat.

Salah seorang siswa asal Kabupaten Takalar, Sahlan Fahmi J. Abdullah yang biasa dipanggil Sahlan, yang duduk dibangku kelas 3 Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Takalar.

Ia merupakan salah satu dari ratusan pemuda yang lolos sebagai agen perdamaian Sulawesi Selatan (Sulsel), dan satu-satunya yang terpilih dari kabupaten Takalar.

Siswa yang sangat aktif berorganisasi di sekolah itu mengatakan, dirinya sangat antusias mengikuti rekrutmen agen perdamaian Sulsel. Selain menyebarkan energi positif ke masyarakat, ia juga ingin mewujudkan pesan perdamaian.

“Ini adalah tugas baru saya sebagai pemuda ini adalah sebuah tanggung jawab besar untuk menyebarkan nilai-nilai perdamaian kepada lingkungan sekitar terkhusus untuk masyarakat,” kata Sahlan yang juga Wakil Ketua Osis SMAN 3 Takalar.

Selain itu, dirinya yang beberapa pekan lalu lolos sebagai Pemuda Berkeadilan Sosial Sulawesi Selatan dan terpilih menjadi Ketua Forum Pemuda Berkeadilan Sosial Sulawesi Selatan, sangat bersyukur bisa berada dalam barisan agen perdamaian.

“Itu semua saya raih tidak lepas dari dukungan orang tua dan bimbingan oleh guru-guru saya di sekolah serta dukungan dari teman-teman di sekolah,” pungkas anggota Forum Aliansi Pelajar Kawal Demokrasi ini.

Lebih jauh, dirinya menjelaskan, untuk mencegah potensi disintegrasi, terutama antarumat beragama, ia yang aktif sebagai Pemuda Remaja Masjid Agung Takalar meminta kepada pemuda agen perdamaian agar berperan aktif menyebarkan hal-hal positif ke masyarakat.

“Kedepan saya berharap para pemuda agen perdamaian membentuk jaringan-jaringan baru. Karena sebuah pesan yang disampaikan kepada dan dari anak muda itu akan cepat tersampaikan,” cetusnya. (*)


div>