SENIN , 11 DESEMBER 2017

Wali Kota Makassar Minta Kepsek Cabul Dipecat

Reporter:

Armansyah

Editor:

Lukman

Kamis , 07 Desember 2017 08:30
Wali Kota Makassar Minta Kepsek Cabul Dipecat

Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto. foto: dok rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto mengecam tindakan asusila yang dilakukan oknum Kepala Sekolah (Kepsek) Inpres Melayu bertingkat 1, SS terhadap dua anak didiknya berinisial IL (9) dan SD (10) beberapa bulan lalu.

Olehnya itu, pihaknya memerintahkan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Makassar memecat pelaku SS dari jabatannya sebagai kepala sekolah.

“Saya tidak mentolerir (tindak asusila). Oknum tersebut harus mendapat sanksi pemberhentian tidak hormat dari jabatannya sebagai kepala sekolah bahkan dari ASN,” tegas Danny Pomanto, Rabu (6/12).

Ia mengatakan, tindak lanjut peristiwa pencabulan yang dilakukan oleh kepala sekolah tersebut jangan difokuskan kepada korban pasalnya hal itu akan berdampak buruk pada perkembangan kedepannya, tapi fokuskan kepada pelaku.

“Saya minta kepada teman media untuk fokus kepada pelakunya saja, jangan di korbannya, kasihan korban karena menyangkut masa depannya,” ucap Danny

Lanjut Danny, Pelaku pencabulan tersebut harus dikawal oleh media agarmendapat ganjaran yang seberat-beratnya karena bertindak diluar kewajaran sebagai guru dan orang tua di sekolah.

“Dia (SS) itu kepala sekolah, orang tua, pembina baru dia cabuli korban yang usia 10 tahun, itu sangat menyedihkan sekali,” ucap Danny.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Makassar Ismunandar segera melayangkan surat permohonan pemberhentian tidak hormat dari jabatan kepala sekolah bagi SS. “Besok (hari ini) kita akan masukkan suratnya ke BKPSDM untuk diproses setelah mendapatkan disposisi dari bapak Wali Kota Makassar,” sebut Ismunandar.

Selain sanksi pemecatan dari jabatan kepala sekolah, SS juga terancam diberhentikan secara tidak hormat dari statusnya sebagai ASN jika nantinya dalam proses peradilan dia terbukti bersalah.

“Jika terbukti bersalah dan vonis pengadilan di atas dua tahun, yang bersangkutan bisa dipecat dari ASN,” kata Sekertaris BKPSDM Basri Rakhman.

Saat ini, Said Sangkala diamankan di Polres Pelabuhan Makassar atas laporan dari dua keluarga korban. Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Makassar akan melakukan pendampingan bagi kedua korban.

“Pendampingan psikologis sangat dibutuhkan oleh kedua anak kita agar mereka bisa melewati trauma pasca kejadian tersebut,” ujar Kepala DP3A Tenri A Palallo. (*)


div>