SABTU , 17 NOVEMBER 2018

Wali Kota Makassar Raih Penghargaan Dari Kapolri

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Selasa , 16 Mei 2017 10:30
Wali Kota Makassar Raih Penghargaan Dari Kapolri

MUHAMMAD ALIF/RAKYATSULSEL/C TERIMA PENGHARGAAN. Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian melayangkan pujian atas kecanggihan teknologi War Room Makassar saat berbicara di Musrenbang Polri Tahun 2017, di Auditorium STIK, Jalan Tirtayasa Raya 6, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, (15/5).

JAKARTA, RakyatSulsel.com – Tiga tahun memimpin Makassar, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto terus menorehakn sejumlah prestasi.

Hujan pujian dan penghargaan mengiringi langkahnya menapaki jalan berbatu mewujudkan mimpi warga Makassar, kota dunia yang nyaman untuk semua. Makassar yang dua kali tambah baik.

Senin, (15/5) bertempat di Auditorium STIK, Jalan Tirtayasa Raya 6, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengakui keunggulan Danny Pomanto dalam menata kota.

Kapolri Tito mengakui kecanggihan teknologi War Room Pemkot Makassar yang terkoneksi dengan 300 CCTV dalam kota selama 24 jam.

Di hadapan petinggi kepolisian se-Indonesia dan kepala daerah dari Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Semarang, Surabaya, Bandung, Medan, Tangerang, Tangerang Selatan, dan Depok, Kapolri Tito menegaskan War Room Makassar menjadi rujukan bagi Command Center Jakarta dan Palembang.

“Command Center di Jakarta dan Palembang minimal sama dengan Makassar,” tegas Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.

Teknologi War Room Makassar, diakui Kapolri Tito paling canggih di Indonesia. Tak ada satu pun kota di nusantara yang memiliki sistem platform keamanan kota berbasis digital selengkap Makassar.

[NEXT-RASUL]

“Bahkan, CCTV di Makassar bisa memonitor perjalanan titik demi titik. Mulai dari bandara menuju ke hotel. Saat berada di lobby, sampai ke lift,” kagum Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.

Berkat capaiannya itu, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menganugerahi Danny Penghargaan Wali Kota Terbaik atas Kontribusi di Bidang Kamtibmas.

Pada kesempatan tersebut Wali kota Makassar, Danny Pomanto membeberkan jika War Room Makassar telah terkoneksi dengan 300 CCTV dalam kota yang beroperasi selama 24 jam.

Selain itu, kamera CCTV War Room juga mampu memperbesar tampilan obyek (zoom) hingga 4 km. “CCTV juga kita lengkapi dengan infra red, sehingga mampu mendeteksi senjata tajam dari sensor suhu tubuh subjek pengamatan. Gambar yang terekam juga tajam mampu menembus kaca depan pengendara mobil sehingga wajah pengendara dapat terlihat jelas,” beber Danny.

Data yang tertangkap oleh CCTV, lanjut Danny, akan terekam dan disimpan dalam server yang hanya dapat diakses seizin Pemerintah Kota Makassar. Teknologi War Room Makassar tidak hanya melayani kebutuhan pengamanan dalam kota, lebih dari itu juga berfungsi mengontrol jalannya pelayanan publik di kantor-kantor pemerintah.

“Fitur yang dimiliki juga dapat menyajikan data tracking kendaraan Tangkasaki (Truk Angkutan Sampah Kita), Home Care (Dottoro ta) dilengkapi jumlah bahan bakar yang digunakan dan jalur yang dilalui,” urainya.

Bahkan, orang nomor satu di Makassar ini juga menyampaikan jika informasi medis tentang jumlah kamar rawat inap yang terintegrasi dalam sistem War Room juga dapat diakses lewat sistem ini.

[NEXT-RASUL]

Pemutakhiran paling anyar dari sistem War Room Makassar adalah terintegrasinya layanan Call Center 112 yang melayani kondisi darurat masyarakat selama 24 jam seperti ambulans, dan kebakaran.

“War Room Makassar juga dapat diintegrasikan dengan Command Room Mapolrestabes Makassar. Layanan 119 dari kepolisian juga terintegrasi dengan sistem War Room Makassar sehingga kedua institusi tersebut dapat lebih optimal dalam melayani masyarakat,” sambungnya.

Pada kegiatan Musrenbang Polri Tahun 2017 tersebut, Danny menerima langsung piagam penghargaan dari Kapolri Tito Karnavian.

“Saya yakin bahwa apa yang kita lakukan sudah benar. Apalagi pemerintah kota bersama kepolisian bersinergi dan memperkuat komitmennya untuk keamanan kota. Penghargaan ini membuktikan bahwa perang melawan kriminalitas adalah perang kita bersama. Kepolisian dan pemerintah kota harus bahu-membahu,” pungkas Danny, usai menerima piagam penghargaan.

Penghargaan tersebut juga tidak terlepas dari kinerja Dinas Komunikasi dan Informasi yang telah menjalankan platform sistem keamanan kota berbasis digital yang diperkuat dengan terbitnya Perwali No. 4 Tahun 2017 tentang Penyediaan dan Pemasangan Closed Circuit Television (CCTV) pada bangunan gedung. (D)


div>