KAMIS , 14 DESEMBER 2017

Wali Kota Salahkan PLN

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Jumat , 27 Oktober 2017 11:55
Wali Kota Salahkan PLN

Danny Pomanto, foto: mdfajar/rakyatsulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kebakaran kembali terjadi di Makassar, Rabu (25/10) malam lalu. Kali ini si Jago Merah melalap salah satu rumah di Perumahan Nusa Harapan Permai, Jl Buntusu, Kecamatan Tamalanrea, Makassar.

Dalam insiden ini, tiga orang meregang nyawa karena terperangkap dalam rumah.
Penyebab kebakaran untuk sementara diduga berasal dari lilin yang dinyalakan pemilik rumah di ruang tamu. Saat itu, aliran listrik di rumah tersebut memang sedang padam.

Musibah kebakaran yang menelan korban jiwa ini memancing emosi Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto. Danny, sapaan wali kota, marah ke pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang saat itu memadamkan listrik tanpa ada pemberitahuan sebelumnya ke masyarakat.

“Kebakaran itu terjadi karena lilin yang jatuh di horden karena listrikm mati, masa kota besar mati listrik 12 jam, termasuk di RS Daya. Bayangkan rumah sakit mati listrik. Bagaimana bisa, saya marah,” ungkap Danny.

Menurut Danny, PLN baru memberikan informasi ketika ada kenaikan tarif dasar listrik dan ketika ada pelanggan yang tidak bayar listrik. Setelah itu, PLN memutus aliran listrik pelanggan yang menunggak pembayaran.

“Kalau hak konsumen diabaikan, saya protes,” ucap Danny.

Lanjut wali kota latar belakang arsitek itu, kota Makassar sudah semakin padat. Olehnya itu, pihaknya memberikan himbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada, kendati pihaknya telah membuat peraturan daerah tentang standar keselamatan dalam pembangunan rumah.


div>