• Minggu, 20 April 2014
Iklan | Privacy Policy | Redaksi | Citizen Report

Walikota Independen Dambaan Warga Makassar

Rabu , 20 Juni 2012 13:30
Total Pembaca : 515 Views
RUSDIN ABDULLAH, Bakal Calon Walikota Makassar

Baca juga

RUSDIN ABDULLAH, Bakal Calon Walikota Makassar

RAKYAT SULSEL . Persaingan menuju 01 Makassar dipastikan akan berlangsung seru. Hal ini disebabkan tidak adanya figur calon walikota yang memiliki dominasi kekuatan pada Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Makassar 2013 mendatang. Berbeda dengan sebelumnya, dimana Ilham arief Sirajuddin sebagai incumbent pada 2008 memiliki nilai tersendiri bagi warga Makassar karena dianggap mampu menjalankan roda pemerintahan dengan baik. Sehingga bukanlah perkara sulit bagi Ilham untuk memenangkan secara gemilang pilwali yang kedua kalinya.

Pemilihan walikota Makassar masih menyisakan waktu sekitar satu setengah tahun lagi, namun sudah banyak yang menyatakan dirinya ingin bertarung pada pilwali mendatang.

Berdasarkan pantauan Harian Rakyat Sulsel, setidaknya sudah ada sekira 20-an nama. Ada yang mulai membuat tim pemenangan hingga ada hanya bermodalkan baliho atau alat peraga di pinggir jalan. Namun ada yang menarik dari sekian banyak bakal calon, yakni hadirnya bakal calon independen.

Rusdin Abdullah sebagai figur yang secara tegas menyatakan dirinya akan maju sebagai bakal calon independen dan bahkan pernyataan tersebut ditegaskan sejak pertengahan tahun 2011. Bukan hal mustahil independen akan menjadi pilihan terbaik bagi warga Makassar.  “Sejak dulu kami sudah memiliki modal sosial, sehingga bukanlah hal yang mustahil jika nantinya calon independen menjadi pilihan terbaik bagi warga Makassar,” tegas Rusdin Abdullah yang akrab disapa dengan akronim Rudal.

Berikut petikan wawancara Harian Rakyat Sulsel bersama Bakal Calon Walikota Makassar Rusdin Abdullah, yang menemuinya di markas pemenangannya “Rudal Centre” di bilangan Jalan Beruang Makassar, Selasa (19/6) kemarin.

 

+ Apa yang mendasari pemikiran Anda, sehingga sejak jauh hari menyatakan diri akan maju bertarung pada pilwali Makassar 2013 mendatang dengan menggunakan jalur perseorangan (independen) dan bahkan boleh dikata Andalah yang paling pertama menegaskan sebagai calon independen?

- Hampir setiap kali kami menemui masyarakat mulai dari wilayah tengah kota Makassar hingga  ke pinggiran kota mayoritas mereka kecewa, bahkan apriori dengan tingkah laku para oknum kader partai politik yang hampir setiap hari diterpa dengan permasalahan hukum maupun tindakan amoral lainnya. Masyarakat jenuh dengan pemberitaan mengenai perilaku korupsi sampai dengan perilaku amoral lainnya, sehingga masyarakat mengganggap kepentingan mereka baik di legislatif hingga di pemerintahan tidak terwakili secara paripurna. Menurut masyarakat alih-alih mau menepati janjinya sewaktu berkampanye, menjadi tokoh teladan bagi masyarakat saja sangatlah sulit.

 

+ Selain permasalahan kekecewaan masyarakat terhadap ulah oknum politisi kader parpol, mungkin masih ada hal yang mendasar lainnya, sehingga menjadi acuan Anda untuk tetap bersikukuh maju melalui jalur independen?

- Sesungguhnya kemenangan Pemilihan Umum Kepada Daerah (Pemilukada) sangatlah dipengaruhi oleh faktor ketokohan terhadap figur calon. Berbeda halnya dengan pemilu legislatif, selain pengaruh ketokohan juga ada kaitannya dengan brand image parpol dan yang terpenting bagi kami filosopi dari demokrasi itu sendiri bahwa bagaimana menghadirkan pemerintahan dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat. Menurut kami independen sangatlah erat kaitannnya dengan filosopi demokrasi tersebut berjuang dan menang bersama rakyat sehingga walikota independen menjadi dambaan warga kota Makasssar.

 

+ Berbicara mengenai ketokohan figur, bisakah Anda menjelaskan salah satu instrument ketokohan tersebut?

- Modal sosial dan pengalaman politik yang kuat adalah salah satu dari sekian banyak instrument dari figur ketokohan tersebut.

 

+ Modal sosial apa yang Anda maksud dan pernahkah Anda melakukan hal tersebut?

- Sekitar tahun 1990-an, akhir masa jabatan Walikota Suwahyo, kami warga Jalan Beruang, Kota Makasssar pernah mendapatkan juara umum kebersihan se-Sulawesi Selatan dan Tenggara. Kebetulan Jalan Beruang jadi pilot project wilayah terbersih. Selain itu, bedah rumah warga miskin, peduli korban bencana adalah salah satu contoh dari sekian banyak kegiatan sosial yang dapat dijadikan sebagai modal sosial. Makanya jangan mau bermimpi jadi pemimpin kalau tidak pernah berbuat untuk rakyat.

 

+ Itu kalau modal sosial, bagaimana halnya dengan pengalaman politik, seperti apa yang Anda maksud dan adakah yang pernah Anda lakukan?

- Kompetisi politik dan pengalaman memimpin organisasi juga bisa dikatakan sebagai pengalaman politik. Kemenangan paket Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang (Sayang) pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2007, dimana Rudal Community juga menjadi salah satu relawan militan pilar kemenangan. Begitu pula pada Pilwali Makassar 2008 dimana Rudal community memiliki andil dalam hal kemenangan paket Ilham Arief Sirajuddin-Supomo Guntur (IASmo). Dua pengalaman tersebut tentunya kami juga jadikan sebagai best practice untuk tim kami. Sedangkan untuk kepemimpinan organisasi, Alhamdulillah, saya pernah diberikan kepercayaan menjadi Ketua Umum BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sulsel, Ketua Ardindo Sulsel, Wakil Ketua Kadin Sulsel, Wakil Ketua BPD Gapensi Sulsel, Ketua Angin Mammiri Golf sebagai gambaran perjalanan pengalaman kepemimpinan yang pernah saya lakoni.

 

+ Beberapa orang mengganggap saat ini peluang calon independen masih kecil, menurut Anda?

- Sulit menang jika calon independen jika baru memulai pergerakannya saat mendekati pemilihan, dan tentunya hal yang tersulit jika tidak memiliki modal sosial, dan hal tersebut tidak hanya berlaku untuk calon calon independen tetapi juga untuk calon parpol.

 

+ Faktanya kita bisa melihat pengalaman bertarung calon independen sewaktu Pilwali Makassar 2008, tanggapan Anda?

- Itulah yang saya maksud, jika tempo pergerakan tim sangat singkat, infrastruktur tim lemah dan juga tidak memiliki branding personal ketokohan yang kuat adalah faktor dari kegagalan calon. Coba kita balik logikanya, sekiranya Pak Ilham Arief Sirajuddin pada Pilwali Makasssar 2008 maju melalui jalur independen, maka tidak ada juga jaminan tidak menang.

 

+ Terakhir, bagaimana kesiapan tim Anda untuk memenangkan pertarungan pilwali dan sudah berapa banyak dukungan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang Anda peroleh?

- Infrastruktur tim kami sudah terbentuk hingga RT/RW, begitupula dengan posko pemenangan tim Rudal Community. Berdasarkan data base kami sudah memiliki 200 posko pemenangan di 143 kelurahan sejak akhir Desember 2011. Sementara, untuk dukungan masyarakat, kami sudah memperoleh dukungan tanda tangan dan foto kopi KTP sekitar 30 ribu.  (RS1/dul/E)

Calon Independen, Jangan Pandang Sebelah Mata!

Walikota Independen Dambaan Warga Makassar

Calon Independen Mampu Pengaruhi Psikologi Pemilih


One Response to Walikota Independen Dambaan Warga Makassar

  1. Pingback: Calon Independen Mampu Pengaruhi Psikologi Pemilih | Rakyat Sulsel