RABU , 19 SEPTEMBER 2018

Walikota Parepare dan Pers Berdialog Akhir Tahun di Atas Jembatan

Reporter:

Editor:

Niar

Sabtu , 31 Desember 2016 11:49
PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM – Penghujung 2016, Walikota Parepare HM Taufan Pawe memanfaatkan moment untuk berdialog dengan insan pers yang bekerja di wilayah Kota Parepare.
Kegiatan dialog demikian merupakan kali pertama digelar di Kota Parepare ini terbilang unik, sebab dialog tersebut digelar di atas jembatan yang berada di kompleks rumah jabatan Walikota Parepare, Jum’at (30/12).
Simbol jembatan menurut Walikota Parepare ini adalah simbol bagi pers atau media yang menjadi penghubung informasi kepada masyarakat.
“Dialog ini sengaja dilakukan di atas jembatan, bukan tanpa tujuan tapi ini dimaksudkan bahwa, media adalah jembatan yang menghubungkan antara pemerintah dengan masyarakat,” ujar Taufan yang memberi kejutan dengan mendendangkan lagu Symponi yang Indah, lagi yang dipopulerkan Once di awal Taufan menanggapi pertanyaan dan saran dari para pers ini.
Selain mengupas tuntas segala hal yang dikemukan para pers, Taufan Pawe juga menjelaskan peran Jurnalis yang dinilainya sangat membantu dalam proses pemerintahan dan pembangunan di Parepare. Bahkan Taufan juga mengharapkan semua Kepala SKPD dan jajaran Pemkot tidak anti kepada wartawan dan selalu terbuka dalam memberikan informasi. “Jika ada Kepala SKPD yang anti wartawan berarti tidak paham terhadap kerja-kerja jurnalis,” katanya.
Pada kesempatan itu pula, Taufan Pawe berharap kegiatan serupa diagendakan secara rutin, minimal sekali dalam sebulan karena bagi Taufan, kritikan dari media adalah masukan yang sangat berharga untuk kemajuan pembangunan.
Senada Taufan, Kepala Bagian Humas dan Protokoler Sekretariat Daerah Kota Parepare, Amarun Agung Hamka, mengatakan, dialog tersebut dalam rangka upaya meningkatkan sinerjitas Pemkot Parepare, bersama insan media. Menurutnya, media merupakan corong utama informasi masyarat.
“Kami selalu berpikir bagaimana program-program pemerintah bisa meluas di tengah-tengah masyarakat. Sehingga, dialog ini menjadi terobosan untuk menerima masukan, dan saran yang berasal langsung dari wartawan,” katanya.
Media, kata Hamka yang juga mantan Sekretaris Camat Ujung Parepare, mengungkapkan, Pemkot membutuhkan peran media. Apalagi, lanjut dia, media di Parepare selama ini memiliki hubungan baik bersama Pemkot.
Sinerjitas yang ada, ujarnya, akan terus ditingkatkan dengan mempertimbangkan masukan yang ada. Apalagi, keterbukaan Pemkot mempermudah media dalam menyajikan pemberitaan yang edukatif.
“Kami berharap, insan media bisa turut membantu Pemkot dalam menyampaikan program-program yang ada. Sehingga, masyarakat secara luas bisa memperoleh informasi terkait kerja keras Pemkot, untuk menyejahterakan rakyat,” terangnya.
Dia menambahkan, dialog ini bisa terus dilaksanakan setiap tahunnya, sebagai wadah evaluasi maupun refleksi dalam memajukan Parepare ke arah yang lebih, lebih maju, serta bisa unggul dari daerah lain.
Dialog ini diikuti puluhan insan pers se-Kota Parepare. Selain itu, dialog tersebut juga melibatkan Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD), Camat maupun Lurah.(Luki-Nia)

Tag
div>