KAMIS , 18 OKTOBER 2018

Walikota Parepare: Pemkot Komitmen Bersinergi dengan LDII

Reporter:

Editor:

hur

Senin , 11 April 2016 08:15

CITIZEN REPORTER – Walikota Parepare Taufan Pawe menyatakan, siap bersinergi dengan Pengurus Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Parepare dalam mewujudkan Parepare yang mandiri dan bermartabat.

“Secara pribadi dan atas nama Pemerintah Kota Parepare, saya berkomitmen mendukung dan siap bersinergi dengan program LDII. Kami mem-backup habis-habisan LDII,” kata Walikota Parepare Taufan Pawe saat memberi sambutan dalam Musyawarah Daerah (Musda) V LDII Parepare di Aula Hasanuddin, Korem 142/Tatag, Jalan Jenderal HM Yoesoef Madjid, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Minggu (10/4).

Musda LDII Parepare ini mengambil tajuk “Peran Serta LDII Mewujudkan Kota Parepare Peduli, Mandiri, Profesional, dan Religius yang Berbasis Kearifan Lokal dan IPTEK dalam Bingkai NKRI”.

Bahkan, walikota meminta, forum musyawarah 5 tahunan ini menghasilkan pernyataan sebagai sumbangsih LDII bagi Parepare. “Tolong berikan rekomendasi atas hasil Musda ini,” katanya.

Walikota melanjutkan, Pemda tidak cukup hanya membangun infrastruktur, tetapi juga harus membangun SDM masyarakat. “Kita melihat tema besar yang diusing LDII dalam Musda ini adalah konsep kepedulian. Sebenarnya, konsep kepedulian itu adalah sangat islami. Kita mensinergikan pembangunan fisik dan pembangunan manusia,” ujar Taufan.

Sementara itu, Ketua LDII Sulsel Hidayat Nahwi Rasul mengatakan, siap mendukung penuh program Pemkot Parepare. “Musda LDII ini adalah bentuk dukungan civil societykepada pemerintah, sehingga kita bersama-sama membangun masyarakat Parepare yang religius dan memiliki kearifan lokal. Kami siap membantu mewujudkan Parepare menjadi kota santri, kota religius, mandiri, dan bernuansa Iptek,” imbuh pakar telematika ini.

Hidayat mengemukakan, di dalam nama LDII, ada dua hal yang disandingkan. Pertama, kata Hidayat, Islam dan yang kedua Indonesia. “Maka bagi LDII, NKRI harga mati. Siapapun, baik orang atau kelompok yang ingin mengganti Pancasila sebagai dasar negara, maka ia tidak hanya berhadapan dengan TNI/Polri, tetapi juga berhadapan dengan LDII,” kata mantan Ketua KPID Sulsel ini.

Pihaknya melanjutkan, untuk mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil alamin, LDII bekerjasama dengan berbagai instansi. “Kami telah bekerjasama dengan Kodam VII Wirabuana terkait diklat bela negara,” ujarnya.

Terkait Musda DPD LDII se-Sulawesi Selatan, kata Hidayat, Panglima Kodam VII Wirabuaya Mayjen TNI Agus Surya Bakti memfasilitasi tempat pelaksanaannya. “Ada 12 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan yang pelaksanaannya di kodim setempat,” ujar Hidayat.

Dalam Musda ini, hadir Dandim 1405/Mallusetasi Letkol Czi Syarifuddin Sara yang membawakan materi bela negara dan wawasan kebangsaan.

Penulis: Ikhsan Arham


div>