Di Perayaan Hakteknas, Wapres JK Singgung Persoalan Garam dan Gula

Puncak Peringatan Hakteknas 2017 ditandai dengan penekanan sirine secara bersama dan Peluncuran Roket Air dari Kapal Phinisi oleh Wapres Jusuf Kalla. Foto: ist

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla secara resmi membuka Puncak Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasiona (Hakteknas) 2017 di Center Point of Indonesia, Kamis (10/8). Puncak Peringatan Hakteknas 2017 ditandai dengan penekanan sirine secara bersama dan Peluncuran Roket Air dari Kapal Phinisi oleh Wapres Jusuf Kalla.

Hadir dalam acara Puncak Peringatan Hakteknas 2017 Presiden RI Ketiga BJ Habibie, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Anggota DPR RI, Anggota DPD RI, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, Gubernur undangan, Kepala Lembaga Pemerintah non Kementerian, Duta Besar Negara Sahabat, Pimpinan Perguruan Tinggi, petani, nelayan dan lebih kurang 2500 tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan itu, dalam sambutannya Wapres JK menyinggung soal persamasalahan garam dan gula yang ada di Indoensia.

“Kemarin kita ribut soal garam, tidak ada negara yang ribut garam dan gula kecuali Indonesia, tidak ada negara yang ribut beras, semua orang selesai, kita belum selesai,” ujarnya.

Dia meminta, agar pihak yang berdebat soal hal tersebut dapat melihat negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand. Kedua negara tersebut tidak pernah berdebat soal garam.

“Cuma Indonesia berselisih soal garam,” lanjutnya.

JK menegaskan, apa gunanya banyak universitas jika tak mampu menyelesaikan soal garam. Apa gunanya banyak lembaga-lembaga yang berafiliasi dengan pemerintah jika tak bisa mencari solusi kekurangan garam.

[NEXT-RASUL]

“Apa gunanya lembaga-lembaga itu kalau kebutuhan dasar masih diperdebatkan terus menerus di bangsa yang sudah merdeka kurang lebih 70 tahun.” katanya.

Olehnya itu, lanjut JK, dia mengajak para cendikiawan, insinyur untuk bangkit mencari solusi kekurangan garam.

“Ayo para insinyur, bangkit untuk mengurangi rasa malu kita kapada dunia bahwa kita masih kekurangan garam, dan sebagainya, berselisih. Sebagai bangsa tentu kita malu, terutama saya sebagai Wapres tentu bertanggung jawab bahwa hal ini dibutuhkan kita semua. Bangsa ini bangsa besar, kebersamaan kita semua,” tuturnya.

Lebih jauh, JK menuturkan, hari ini kita semua hadir di Hakteknas bukan hanya untuk merayakan, namun juga untuk menjaga terus semangat berinovasi. Untuk menjadi negara maju dibutuhkan tiga hal yakni semangat, ilmu pengetahuan dan teknologi dan kedamaian.

“ Kedamaian sangat penting. Banyak negara kaya sumber daya alam hancur, jika tidak ada kedamaian,” kata Kalla.

JK menambahkan, teknologi sangat penting untuk memberi nilai tambah. Negara-negara maju biasanya menguasai teknologi. Teknologi merupakan, kata JK, satu-satunya cara suatu bangsa untuk bertahan dari segala masalah. Fungsi lembaga universitas dan penelitian sangat dibutuhkan untuk memajukan teknologi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Apa gunanya kita punya banyak universitas dan lembaga penelitian jika kita terus berselisih soal teknologi. Ayolah para insinyur untuk bangkit demi memajukan bangsa kita, ” jelasnya JK.

[NEXT-RASUL]

Menristekdikti, Mohammad Nasir dalam laporannya mengatakan tema Hakteknas ke-22 tahun 2017, adalah “Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan,” dengan sub tema: “Peran Sumberdaya Manusia dan Inovasi dalam Pembangunan Maritim Indonesia.”

“Pemilihan tema ini adalah upaya mendorong terwujudnya visi Pembangunan Poros Maritim Dunia yang dicanangkan Presiden RI dan merupakan cita-cita besar terhadap penegakan kedaulatan ekonomi, pertahanan dan keamanan
wilayah NKRI,” jelas Nasir.

Dia melanjutkan, Pemilihan Kota Makassar sebagai puncak Hakteknas, karena Sulawesi Selatan merupakan salah satu provinsi dengan garis pantai terpanjang di Indonesia. Pelabuhan Makassar adalah pintu gerbang pelayaran terpadat di Indonesia Timur, memiliki pelabuhan perikanan rakyat terbesar dan dinamika pembangunan pesisir yang tinggi.

Hakteknas ke-22, kata Nasir, diselenggarakan sebagai wujud apresiasi atas keberhasilan dan prestasi anak bangsa yang membanggakan di bidang iptek dengan lahirnya berbagai produk inovasi teknologi yang bermuara kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Puncak peringatan Hakteknas ke-22 kali ini di Kota Makassar disebut istimewa karena sejak mulai diperingati tahun 1995, ini pertama kalinya diselenggarakan di luar Pulau Jawa,” ucapnya.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani menyatakan, masih banyak hasil inovasi anak negeri yang harus disinergikan dan dikolaborasikan dengan pemerintah (kementerian). Jangan sampai inovasi anak Indonesia tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

Puan juga menekankan pentingnya inovasi di bidang kemaritiman.”Indonesia berlimpah hasil maritimnya, kita harus terus berinovasi agar hasilnya bisa tepat guna dan bermanfaat bagi rakyat Indonesia.” ujar Puan.

[NEXT-RASUL]

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menyampaikan rasa bangga masyarakat Makassar atas terpilihnya kota Makassar, Sulawesi Selatan sebagai tuan rumah Puncak Peringatan Hakteknas 2017.

“Kami dan segenap warga sangat bangga Hakteknas 2017 kali ini dipusatkan di Kota Makassar. Dengan diselenggarakannya Hakteknas 2017 ini, Sulsel siap untuk menjadi pilar utama kemaritiman Indonesia, ” ujarnya.

Hakteknas merupakan salah satu hari bersejarah nasional yang diperingati setiap tanggal 10 Agustus. Hakteknas dianggap sebagai tonggak sejarah kebangkitan teknologi di Indonesia, yang diawali dengan penerbangan perdana pesawat terbang N-250 Gatotkaca pada tanggal 10 Agustus 1995 di Bandung.