Senin, 21 Agustus 2017

Di Perayaan Hakteknas, Wapres JK Singgung Persoalan Garam dan Gula

Kamis , 10 Agustus 2017 17:46
Penulis :
Editor   : Ashar Abdullah
Puncak Peringatan Hakteknas 2017 ditandai dengan penekanan sirine secara bersama dan Peluncuran Roket Air dari Kapal Phinisi oleh Wapres Jusuf Kalla. Foto: ist
Puncak Peringatan Hakteknas 2017 ditandai dengan penekanan sirine secara bersama dan Peluncuran Roket Air dari Kapal Phinisi oleh Wapres Jusuf Kalla. Foto: ist
MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM - Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla secara resmi membuka Puncak Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasiona (Hakteknas) 2017 di Center Point of Indonesia, Kamis (10/8). Puncak Peringatan Hakteknas 2017 ditandai dengan penekanan sirine secara bersama dan Peluncuran Roket Air dari Kapal Phinisi oleh Wapres Jusuf Kalla.

Hadir dalam acara Puncak Peringatan Hakteknas 2017 Presiden RI Ketiga BJ Habibie, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Anggota DPR RI, Anggota DPD RI, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, Gubernur undangan, Kepala Lembaga Pemerintah non Kementerian, Duta Besar Negara Sahabat, Pimpinan Perguruan Tinggi, petani, nelayan dan lebih kurang 2500 tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan itu, dalam sambutannya Wapres JK menyinggung soal persamasalahan garam dan gula yang ada di Indoensia.

"Kemarin kita ribut soal garam, tidak ada negara yang ribut garam dan gula kecuali Indonesia, tidak ada negara yang ribut beras, semua orang selesai, kita belum selesai," ujarnya.

Dia meminta, agar pihak yang berdebat soal hal tersebut dapat melihat negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand. Kedua negara tersebut tidak pernah berdebat soal garam.

"Cuma Indonesia berselisih soal garam," lanjutnya.

JK menegaskan, apa gunanya banyak universitas jika tak mampu menyelesaikan soal garam. Apa gunanya banyak lembaga-lembaga yang berafiliasi dengan pemerintah jika tak bisa mencari solusi kekurangan garam.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*