MINGGU , 17 DESEMBER 2017

Warga Ancam Lapor Polres Bone ke Polda

Reporter:

Editor:

Lukman

Selasa , 10 Januari 2017 23:19
Warga Ancam Lapor Polres Bone ke Polda

ILUSTRASI

BONE.RAKYATSULSEL.COM – Warga Desa Nagauleng, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone mengancam akan melaporkan penyidik Satuan Reskrim Polres Bone ke Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel.

Salah seorang warga, Amire mengatakan, hal tersebut dilakukan setelah pihak Polres Bone tidak memproses laporan warga terkait kasus dugaan pungutan liar (Pungli) pengurusan sertifikat prona yang dilakukan oleh Kepala Desa Nagauleng, Hamza.

Kuasa Hukum Amire, Andi Muh Sabir mengatakan, warga yang diwakili Amire telah melaporkan hal itu ke Polres Bone dengan Nomor LI/33/VII/ 2016/ 8 Agustus 2016 lalu ke Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Bone, namun hingga kini belum ada perkembangan. Padahal, laporan yang diajukan ke Polres Bone ada bukti pendukung.

“Soal laporan kasus yang dilaporkan klien kami itu rencanya saya ajukan ke Polda. Karena sampai sekarang belum ada perkembangan sama sekali. Suratnya tinggal kami kirim, ” kata Andi Sabir saat dihubungi via telepon, Selasa (10/1).

Laporan yang diajukan Amire ke Tipikor Polres Bone itu kata Sabir, mengenai dugaan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan Kepala Desa Nagauleng, Hamza.

Sabir menceritakan, pada tahun 2010/2011, BPN Kabupaten Bone mengadakan pendaftaran tanah dengan biaya gratis (Prona) di wilayah Desa Nagauleng, Kecamatan Cenrana. Warga yang mendafatkan ada 70 pemegang hak milik. Namun pada pelaksaan di lapangan, oknum desa memungut biaya sebesar Rp350 ribu.

Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Hardjoko yang coba dihubungi enggan menjawab panggilan telfon. (*)


div>