SABTU , 20 OKTOBER 2018

Warga Anggeraja Desak Dirut PDAM Enrekang Dicopot

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Selasa , 05 September 2017 14:56
Warga Anggeraja Desak Dirut PDAM Enrekang Dicopot

warga Anggeraja Kabupaten Enrekang saat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor PDAM, Selasa (5/6/2017). Foto: Aziz Taba.

ENREKANG, RAKYATSULSEL.COM – Pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Massenrempulu dinilai jauh dari kata memuaskan. Hal tersebut membuat sejumlah warga Anggeraja menuntut Direktur PDAM Khalifah Bando unuk dicopot dari jabatannya.

Tuntutan pencopotan saudara Kandung Bupati Enrekang ini, disuarakan massa yang mengatas namakan Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Anggeraja (AMMA) saat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor PDAM, Selasa (5/6/2017).

Selain mengeluhkan air PDAM yang tidak jernih, warga juga mengeluhkan debit air yang sangat kurang, bahkan terkadang tidak mengalir selama dua tahun terakhir ini.

“Kami butuh air, bukan angin. PDAM bukan jual air, tapi angin.” kata salah seorang pria yang ikut aksi yang tidak mau ditulis namanya.

Mereka juga merasa diperlakukan diskriminasi karena dua kecamatan tetangga Anggeraja, yakni Baraka dan Alla, selalu mendapatkan aliran air PDAM yang cukup setiap harinya.

“Kami juga adalah pelanggan PDAM yang ditagih pembayaran setiap bulan. dan kalau terlambat kami dikenakan denda keterlambatan senilai Rp 5 ribu,” ujarnya.

Sementara itu, Dirut PDAM Tirta Massenrempulu Kabupaten Enrekang Khalifah Bando, mengaku jika debit air yang mengalir ke daerah Anggeraja sangat terbatas, hanya sekitar lima sampai 6 liter saja perdetiknya.

“Lima atau enam liter air perdetik memang sangat terbatas dan hanya bisa memenuhi kebutuhan sekian ratus rumah tangga saja, makanya dilakukan pembagian secara bergilir. Lagi pula beberapa titik terjadi kebocoran karena pipa PDAM sudah keropos dimakan usia,” jelasnya. (Aziz Taba)


div>