KAMIS , 20 SEPTEMBER 2018

Warga Asrama Bara-Baraya Tolak Tindakan Kodam VII Wirabuana

Reporter:

Editor:

dedi

Sabtu , 18 Maret 2017 18:47
Warga Asrama Bara-Baraya Tolak Tindakan Kodam VII Wirabuana

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Sebanyak 28 Kepala Keluarga (KK), warga Asrama Bara-Baraya terancam digusur lantaran menerima Surat Peringatan tiga (SP3) dari pihak Kodam VII Wirabuana.

Hal itu membuat warga Asrama Bara-Baraya sontak kaget dan naik pitam mendengarnya, sehingga melakukan aksi tutup jalan (longmarch) di median bilangan Jalan Abu Bakar Lambogo (Ablam), Makassar.

Sejumlah warga yang tergabung dalam aliansi Posko Bersatu Warga Bara-Baraya menolak aksi penertiban lahan.

Warga Asrama Bara-Baraya mengklaim jika Pangdam VII Wirabuana, Agus Surya Bhakti dianggap keliru menerbitkan SP III. Karena itu, pihak Aliansi menyatakan sikap agar menegaskan kepada seluruh elemen pemerintah yang berkongsi dengan elwmen korporasi agar menghentikan perampasan tanah rakyat.

Suara hati warga Asrama Bara-Baraya yang menolak penertiban lahan, melalui kuasa hukumnya, Muhammad Abduh SH dan Muhammad Aljebra Alksan Rauf SH MH serta perwakilan warga, yakni Faiz Wardin SH menolak keras penerbitan SP III dan penertiban lahan.

“Akses jalan Abubakar Lambogo kami tutup. Ini merupakan aksi blokade masyarakat sebagai bentuk perlawanan. Pada dasarnya masyarakat memiliki hak atas keperdataan tanah disini” ujar Faiz Wardin SH saat ditemui beberapa waktu lalu di Ablam, Sabtu (18/3).

Atas kejadian ini, warga sekitar berharap agar Gubernur Sulsel turut andil untuk mempertahankan Asrama Bara-Baraya.
[NEXT-RASUL]
“Pertemuan dengan BPN sekitar ratusan AJB yang ada. Pihak BPN akan melakukan pertemuan dengan pihak Kodam VII Wirabuana. Akta Jual Beli sudah delapan terdaftar yang menyusul sekitar 70 AJB didaftarkan di BPN. Perkara ini sudah didaftarkan ke Pengadilan Negeri. Jangan sampai Pangdam VII Wirabuana membuat rakyat melawan dengan hukumnya sendiri” katanya Muhamad Aljebra AIksan Rauf SH MH.

Menurut Kuasa Hukum warga Barabaraya, seyogyanya Pangdam VII Wirabuana tidak bertindak gegabah, apalagi pihak Pemprov pernah menyampaikan agar Pangdam VII Wirabuana agar tidak melakukan tindakan terhadap lokasi tanah yang ini dalam proses Pengadilan.

Pihak Kodam VII Wirabuana rencana akan mengosongkan sebanyak 28 KK yang bermukim diluar wilayah asrama TNI AD Bara-Baraya.

“Rencana pelaksanaannya, tunggu kesiapan dilapangan,” singkatnya Kapendam VII Wirabuana, Letnan Kolonel Inf Alamsyah melalui pesan tertulis.

Aksi longmarch tersebut berlangsung sejak pukul 21.00 Wita kemarin sampai saat ini. Dalam aksi itu, terlihat ada dua warga mengayunkan senjata tajam berupa badik untuk mempertaruhkan nyawanya demi lahan itu.

Bahkan bukan hanya badik terlihat, namun terdapat sebuah senjata api yang diduga jenis revolverterselip di sela sela celananya. (Rrs)


div>