RABU , 26 SEPTEMBER 2018

Warga Boikot Ketua RW 04 Kelurahan Mattoangin

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Kamis , 16 Maret 2017 10:36
Warga Boikot Ketua RW 04 Kelurahan Mattoangin

Perwakilan warga RW 04 Kelurahan Mattoangin, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Yusran IB Hernald (ki-ka), Haerumi Hamzah Tuppu, dan Nurdin Umar memperlihatkan surat pernyataan sikap warga, Rabu (15/3). foto: suryadi maswatu/rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Warga RW 04 Kelurahan Mattoangin, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, mengancam akan memboikot keberadaan Ketua RW 04 Kelurahan Mattoangin H Kahamuddin E, yang baru saja terpilih kembali pada pemilihan RT/RW 04 pada 26 Februari 2017 lalu.

Warga bahkan sudah membuat surat pernyataan sikap yang ditandangani puluhan warga, Rabu (15/3).

Dalam surat itu, warga banyaknya dugaan penyimpangan yang dilakukan Kahamuddin pada periode sebelumnya. Salah satu yang menjadi perhatian serius adalah dana Siskamling yang tidak ada pertanggungjawabannya selama lima tahun.

“Kami yang bertanda tangan di bawah ini adalah RW 04 Kelurahan Mattoangin, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, meminta kepada Ketua RW 04 Kelurahan Mattoangin H Kahamuddin E untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban dana Siskamling RW 04 Kelurahan Mattoangin secara tertulis selama jabatannya kepada warga RW 04 dalam waktu paling lama tujuh hari sejak pernyataan sikap ini dibuat,” tegas Haerumi Hamzah Tuppu, mewakili warga RW 04 Kelurahan Mattoangin dibertitakan Rakyat Sulsel, Kamis (16/3).

Haerumi didampingi perwakilan warga RW 04 Kelurahan Mattoangin lainnya, Yusran IB Hernald dan Nurdin Umar, menambahkan, apabila dalam jangka waktu tersebut tidak melakukan pertanggungjawaban dana Siskamling, maka pihaknya melakukan aksi boikot.

“Jika tidak melakukan pertanggungjawaban, maka kami selaku warga tidak akan mengakuinya selaku Ketua RW 04 Kelurahan Mattoangin dan akan memboikot hasil pemilihan RT/RW 04 pada 26 Februari 2017 lalu,” terangnya.

Haerumi mengatakan, selain masalah dana Siskamling, warga RW 04 Kelurahan Mattoangin juga mengeluhkan tabiat dan kebijakan Kahamuddin lainnya.

[NEXT-RASUL]

Seperti, pungutan iuran sampah Rp36.000 per rumah, idealnya Rp20.000 dan ini juga tidak ada pertanggungjawabannya. Kerap membuat percekcokan dengan warga, sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman. Serta, membebani biaya setiap pengurusan surat izin, Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK) kepada warga yang membutuhkan.

“Terlalu banyak kebijakan yang dibuat, namun justru membebani warga yang ada,” jelasnya.

Haerumi mengatakan, surat penyatakaan sikap warga ini akan diserahkan kepada Lurah Mattoangin dan Camat Mariso serta akan ditembuskan ke Walikota Makassar.

“Surat keberatan warga juga sudah dimasukkan ke Ombudsman Sulsel, terutama proses pemilihan Ketua RW 04 Kelurahan Mattoangin yang banyak kejanggalannya,” jelas Haerumi yang juga Ketua Ardin Sulsel ini.

Sebagai gambaran, surat pernyataan sikap warga ini sudah ditandangani 41 kepala keluarga. “Tanda tangan warga ini masih akan terus bertambah,” jelas Nurdin Umar. (***)


div>