SELASA , 23 OKTOBER 2018

Warga Desa Kalaena Kesulitan Air Bersih

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Senin , 25 April 2016 20:13
Warga Desa Kalaena Kesulitan Air Bersih

Nampak seorang kakek berdiri di depan rumahnya di Desa Kalaena, Kecamatan Wotu, Kabupten Luwu Timur yang terendam air banjir sejak beberapa hari terakhir. foto: dedi/rakyatsulsel.

LUWUTIMUR, RAKYATSULSEL.COM – Puluhan rumah warga di Desa Kalaena, Kecamatan Wotu, Kabupten Luwu Timur, terendam banjir. Bencana tersebut di akibatkan meluapnya air Sungai Kalaena setelah diguyur hujan cukup deras beberapa hari terakhir ini.

Kondisi itu membuat sejumlah warga mengeluh dan meminta bantuan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur. Mereka mengaku, kesulitan air bersih dan anak-anak sudah terserang penyakit gatal-gatal.

“Ini mi banjir paling lama dan parah yang saya rasakan Pak, bayangkan air sudah dua hari tidak surut-surut juga. Hingga saat ini, kami dalam kesulitan air bersih untuk di konsumsi dan sekarang beberapa anak-anak sudah terserang penyakit gatal-gatal,” kata Damang, salah satu korban banjir di Desa Kalaena, Senin (25/4).

Damang mengatakan, sudah dua hari kediamannya terendam air, seluruh sudut ruangan rumahnya dipenuhi air setinggi betis orang dewasa. Hal ini tentu sangat menyulitkan ia dan keluarganya untuk beraktivitas.

“Dua ini kami tidak bisa melakukan apa-apa. Sekarang seluruh barang-barang elektronik termasuk perabotan rumah yang lainnya terpaksa ditumpuk di atas meja agar tidak terendam air,” ujaran bapak tiga anak ini.

Damang mengatakan, kejadian sampai sekarang ini, belum ada korban jiwa. Namun, para korban banjir kini kesulitan mendapatkan air bersih. Pasalnya, sejak dilanda banjir semua sumur warga sudah dipenuhi dengan air banjir. “Warga berharap pemeritah Luwu Timur secepat mungkin untuk melakukan menyalurkan air bersih,” harapanya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Timur yang turun ke lokasi sudah melakukan pendataan terhadap para korban banjir. BPBD Juga sudah menyalurkan bantuan pangan kepada para korban banjir. Untuk pengadaan air bersih BPBD sudah menghubungi PDAM untuk segera menyalurkan air bersih termasuk sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan bagi korban banjir.

“Kita sementara melakukan pendataan. Jadi belum bisa memberikan angka pasti jumlah kerugian akibat banjir ini, yang jelas ada kerugian dan yang kami lakukan saat ini membantu meringankan beban korban banjir saja” ujar Rustam, Kepala Bidang Rehabilitasi BPBD Luwu Timur. (***)


div>