SELASA , 18 SEPTEMBER 2018

Warga Keluhkan Listrik Kerap Padam

Reporter:

Iskanto-Muh Rusman

Editor:

doelbeckz

Rabu , 13 Desember 2017 23:00
Warga Keluhkan Listrik Kerap Padam

Petugas sedang melakukan pengerjaan instalasi listrik, belum lama ini. Pemadaman listrik yang kerap terjadi dapat berdampak kepada kerusakan alat-alat elektronik. foto: md fajar/RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemadaman listrik yang kerap terjadi sejak Selasa (12/12) malam hingga Rabu (13/12) sore sangat disesalkan masyarakat Makassar dan sekitarnya. Pasalnya, keadaan tersebut cukup mengganggu aktivitas, terutama dalam penggunaan alat-alat elektronik. Bahkan, kondisi listrik mati nyala-mati nyala itu, berpotensi menimbulkan kerusakan alat elektronik hingga korsleting.

Salah seorang masyarakat yang tinggal di BTN Antara, Kelurahan Tamalanrea Indah, Kecamatan Tamalanrea, Sugihartono, mengaku, sangat kesal karena listrik sering mati di tempatnya. Sebab, listrik yang mati berkali-kali ditakutkan dapat merusak sejumlah peralatan elektroniknya.

“Kalau listriknya begini, mati nyala-mati nyala bisa-bisa barang eletronik kita pada rusak semuanya,” kesal Sugihartono, yang berprofesi sebagai karyawan swasta ini, Rabu (13/12).

Sugihartono juga mengakui, kondisi ini sangat mengganggu aktivitas pekerjaannya. Pasalnya, profesinya sebagai fotografer sangat membutuhkan listrik untuk mengisi ulang daya baterai kameranya untuk melakukan pekerjaannya pada pagi hari.

“Iya, saya kan kalau pulang kerja itu tengah malam, nah pada waktu itu kesempatan saya untuk menge-cash baterai kamera untuk digunakan kerja pada esok hari. Tapi karena listrik padam terpaksa saya harus telat pergi kerja. Lantaran menunggu listrik menyala untuk menge-cash baterai kamera saya,” keluhnya.

Ditambah lagi, kata dia, beberapa peralatan elektroniknya rusak akibat pemadaman listrik. Hal itu tentunya menjadi sebuah kerugian yang harus ditanggung sendiri.

“Itu juga, gara-gara listrik padam drybox kamera ku rusak tiba-tiba. Padahal, itu sangat saya perlukan untuk menjaga kebersihan kamera saya dari jamur. Ini mi bikin pusing ka, mau diperbaiki, tapi tidak tahu dimana, karena tiba-tiba berasap ki. Yang jelas itu terjadi karena pemadaman listrik yang terjadi berulang kali,” paparnya.

Kekesalan serupa diungkapkan Dewi Yuliani, ibu rumah tangga yang bermukim di Antang ini. “Pada Rabu pagi (kemarin), saya baru saja mau menyalakan rice cooker, eh, listrik mati. Sampai siang tak nyala. Kami terpaksa beli makanan di warung,” keluhnya.

Menanggapi hal itu, PT PLN Persero Wilayah Sulsel, Sultra, dan Sulbar justru menyalahkan cuaca yang sedikit ekstrem yang terjadi, Selasa (12/12) malam.

General Manager (GM) PT PLN Persero Sulseltrabar Bob Saril melalui Staf Humas Muhammad Ikhwan di Makassar, Rabu (13/12), menyatakan, kondisi cuaca yang ekstrem pada Selasa (12/12) malam, menjadi penyebab terjadinya pemadaman secara mendadak.

Pemadaman tersebut hanya terpaksa akibat adanya jaringan transmisi yang putus atau konektor yang rusak di sepanjang Tello-Sungguminasa I. Jaringan transmisi yang bermasalah itu luput dari pengawasannya karena hujan deras yang mengguyur daerah ini.

Oleh karena itu, Ikhwan mewakili manajemen PT PLN Persero Wilayah Sulseltrabar memohon maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanannya selama listrik padam.

“Saya atas nama pimpinan PT PLN Wilayah Sulaeltrabar memohon maaf atas pemadaman yang berlangsung semalam. Semata-mata faktor cuaca karena hujan yang berlangsung deras disertai kilat,” ujarnya.

Pemadaman listrik semalam terjadi di Kota Makassar, Kabupaten Maros, Pangkep, Barru, Gowa, Takalar dan sekitarnya sejak pukul 23.45 WITA sampai 03.38 WITA dini hari.

Sehubungan dengan permasalahan pada transmisi Tello-Sungguminasa I maka teknisi PLN masih melakukan perbaikan sebagai antisipasi kejadian yang sama (pemadaman secara mendadak) tidak terulang.

“Kami dari PT PLN Sulseltrabar tidak menginginkan terjadinya pemadaman, tapi faktor cuaca kita tidak bisa prediksi,” tandasnya.

Hanya saja, PT PLN Wilayah Sulselrabar mengaku, belum mengetahui secara pasti lokasi transmisi atau konektor yang bermasalah tersebut karena belum mendapatkan laporan dari teknisi yang melakukan pengecekan di lapangan.
“Tidak mungkin pemadaman terjadi karena beban puncak yang melebihi kapasitas karena Sulsel surplus daya listrik saat ini hingga 200 Wegawatt (Mw),” ujarnya.

Sementara, melalui rilis, GM PT PLN (Persero) Wilayah Sulselrabar, Bob Saril, mengakui, hingga saat ini, petugas Teknis PLN masih berupaya melakukan pengecekan ruas transmisi Tello -Sungguminasa I yang terkena sambaran petir tersebut. Saat ini Daya mampu sistem kelistrikan Sulbagsel 1.250 MW dan beban puncak 1.050 MW.

Bob menyampaikan, terjadinya gangguan transmisi Tello-Sungguminasa I akibat sambaran petir. “Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, dan mohon doa dan dukungan masyarakat agar hal serupa tidak terjadi kembali” ungkapnya. (D)


div>