RABU , 20 JUNI 2018

Warga Mariso Dambakan Rumah Produktif dan Pendidikan Bebas Pungutan IYL-Cakka

Reporter:

Editor:

Ridwan Lallo

Jumat , 01 Juni 2018 19:07
Warga Mariso Dambakan Rumah Produktif dan Pendidikan Bebas Pungutan IYL-Cakka

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM — Pendidikan berkualitas secara merata tanpa pungutan, serta rumah produktif berbasis desa di setiap kecamatan, nampaknya sejak dulu didambakan sejumlah warga di Mariso,

Makassar.

Warga yang bermukim di Rusunawa, sangat yakin jika dua dari sejumlah program Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) di Pilgub Sulsel tersebut, merupakan solusi terbaik untuk warga.

Alasannya, beban yang sering dirasakan ibu rumah tangga adalah masih adanya jenis pungutan di sekolah. Termasuk biaya seragam sekolah yang kadang memberatkan para orang tua.

“Kita doakan Pak Ichsan terpilih, biar beban untuk biaya pendidikan anak-anak kami itu bisa berkurang,” harap Niar kepada Ketua Tim Rumah Kita IYL-Cakka, H Bahar Ngitung saat buka puasa bersama di Mariso, Jumat (1/6/2018).

Selain Niar, warga lainnya juga sangat mengapresiasi rumah produktif setiap kecamatan IYL-Cakka. Pasalnya, melalui rumah produktif ini, mereka meyakini bisa punya keterampilan khusus untuk mendapatkan penghasilan.

Apalagi, ada puluhan jenis keterampilan yang bisa dipraktekkan langsung warga. Termasuk pendampingan dan pembiayaan untuk mengelola usaha, atau industri rumahan.

“Program seperti ini kita butuhkan. Karena selain membekali kita keterampilan, juga mendampingi warga dalam menjalankan usaha. Kita berharap semoga secepatnya terealiasi, biar banyak ibu-ibu punya penghasilan juga,” tutur warga lainnya di sela-sela buka puasa bersama.

Sementara itu, Bahar Ngitung yang datang bersama sejumlah tim rumah kita Makassar, mempertegas komitmen pasangan nomor urut 4 untuk menekan angka kemiskinan dan pengangguran melalui berbagai program unggulan.

“Saya yakinkan ki’ semua, Pak IYL dan Pak Cakka tak terbiasa berjanji kalau tidak bisa direalisasikan. Tapi percaya ki’, kalau beliau sudah berjanji, maka pantang untuk dikhianati,” tegas Obama, sapaan akrab Bahar Ngitung.##


div>