RABU , 21 NOVEMBER 2018

Warga Pangkep Keluhkan Keberadaan Tambang Marmer

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Selasa , 08 Agustus 2017 18:38
Warga Pangkep Keluhkan Keberadaan Tambang Marmer

Kondisi penambang Marmer, PT. Wutama Tri Makmur. Foto: Atho Tola/RakyatSulsel.

PANGKEP, RAKYAT SULSEL.COM – Warga kampung Bu’nea, kelurahan kalabbirang, Kecamatan Minasa tene, kabupaten Pangkep mengeluhkan kekeringan, dan pencemaran air, akibat aktifitas tambang marmer milik PT. Wutama Tri Makmur, Selasa (8/8).

Tidak hanya itu, warga juga mengeluhkan sumur tambang tersebut keruh dan berbau. Selain itu, air bersih warga terkuras akibat adanya aktivitas tambang tersebut.

Salah seorang warga, Baharuddin mengatakan, sebelum tambang marmer ini beroperasi, warga tidak pernah kekurangan air.

“Sekarang susah sekali air bersih, sumur kita kekeringan, untuk sehari-hari sangat susah”, ungkapnya.

Dia menambahkan, akibat kekeringan tersebut tanaman padi dan jagung milik warga juga sering gagal panen

“Tanamam juga ikut berdampak, nda ada air bisa kita lihat sendiri”, tambah Bahar.

Sementara itu, anggota DPRD Pangkep, Haris Gani yang juga warga kelurahan Kala’birang ikut mengeluhkan hal ini. Menurutnya, kondisi ini sudah lama dirasakan warga, namun perusahaan yang bersangkutan sepertinya menutup mata, meski sudah disurati, bahkan ditegur berulang ulang.

[NEXT-RASUL]

“Kasihan warga kalau kondisinya begini terus, daerah ini merupakan sumber air, yang kekeringannya akibat airnya terserap ke tembang”, tuturnya.

Haris berharap, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dalam hal ini Dinas Sumber Daya Energi dan Mineral dapat mengambil langkah tegas.

“Mending tutup saja, kalo menyalahi aturan, apalagi ink sudah jelas meresahkan warga”, harap Haris.

Sementara itu, Direktur PT. Wutama Tri Makmur, Tomi yang ditemui mengatakan telah melakukan upaya terkait keluhan warga. Salah satu yang dilakukannya dengan memasang bak air yang langsung mengalir ke rumah-rumah warga, pihaknya pun berjanji akan segera memperbaiki saluran air yang menjadi tuntutan warga tersebut.

“Kita hitung dulu semua apa saja yang menjadi kebutuhan, berapa biayanya, baru kita kerjakan perbaikan, karena itu butuh biaya operasional”, ujarnya.

Diketahui, PT. Wutama Tri Makmur menjalankan aktivitas tambang dengan melakukan penggalian, bahkan dari pantauan Rakyat Sulsel, areal tambang yang dieksplorasi pihak perusahaan sudah mencapai kedalaman hingga 21 meter.


div>