RABU , 13 DESEMBER 2017

Warga Protes Pelebaran Jalan Trans Sulawesi

Reporter:

Abdul Muis

Editor:

asharabdullah

Jumat , 08 Desember 2017 11:25
Warga Protes Pelebaran Jalan Trans Sulawesi

Kondisi pelebaran jalan trans sulawesi tepatnya di Kelurahan Siwa, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo. Foto: Abul Muis/RakyatSulsel

WAJO, RAKYATSULSEL.COM – Pelebaran jalan di jalur trans sulawesi tepatnya di Kelurahan Siwa, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo disoroti warga setempat. Pasalnya, talud yang berdempetan dengan pagar Taman Kanak-Kanak (TK) Pertiwi Siwa dinilai bisa mengancam nyawa.

“Nyawa murid di TK ini terancam, karena kendaraan yang lewat misalnya, truk, mini bus, dan mobil kontainer bisa saja terjun masuk ke lokasi sekolah yang memiliki murid hampir 200 orang. Ini sangat berbahaya sehingga perlu ada antisipasi sebelum ada korban jiwa,” ungkap salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Pitumpanua, Rukman Nawawi.

Selain itu, lanjut Rukman, adanya pelebaran jalan tersebut selokan yang ada di sepanjang jalan trans sulawesi itu tertutup, sehingga ini dapat membuat TK dan rumah milik warga tergenang air bila hujan datang.

“Dengan pelebaran jalan ini, banyak dampak yang akan ditimbulkan,” jelas Ketua Komite TK Pertiwi Siwa.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Wajo Andi Senurdin Husaini menjelaskan, seharusnya ada komunikasi antara pihak konsultan proyek pelebaran jalan dan masyarakat.

“Yang tujuannya untuk ada mengetahui pertimbangan sosial pada proyek tersebut. Selain itu agar tidak pihak yang merasa dirugikan,” tuturnya.

Olehnya itu, kata Andi Senurdin, aspirasi masyarakat itu tetap akan dirangkul. Karena keluhan tersebut merupakan aspirasi masyarakat Kecamatan Pitumpanua yang harus disampaikan kepada pemerintah.

“Jadi keluhan itu akan kita sampaikan ke Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah XIII, untuk ditinjau kembali pertimbangan sosialnya,” jelasnya. (*)


div>