KAMIS , 20 SEPTEMBER 2018

Warga Sulsel Disandera, Syahrul Intens Komunikasi dengan Pemda Papua

Reporter:

Al Amin Malliuri - Ramlan Makkaratang

Editor:

Muh Sophian AS

Jumat , 10 November 2017 22:35
Warga Sulsel Disandera, Syahrul Intens Komunikasi dengan Pemda Papua

Syahrul Yasin Limpo. Foto: dok/JPG

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Kabar penyanderaan sejumlah warga asal Toraja Utara telah sampai ke telinga Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo. Gubernur dua periode ini mengaku telah menyikapi penyanderaan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Kimbaly dan Banti, Timika, Papua.

Syahrul mengaku intens melakukan komunikasi dengan pemerintah setempat. Hal ini untuk memastikan kondisi warga Sulsel yang disandera baik-baik saja.

“Sejak kemarin sudah lakukan komunikasi dengan pemerintah yang ada di sana. Sampai bersama Polda dan pengamanan termasuk unsur intelejen yang ada,” ungkap Syahrul, di Barru, Jum’at (10/11).
Terakhir diketahui, dari 1.300 warga yang disandera, sekitar 300 orang merupakan warga Sulsel, terbanyak berasal dari Tana Toraja dan Toraja Utara.

Berdasarkan laporan yang diterima, lanjut Syahrul sejauh ini kondisi korban penyanderaan masih dalam keadaan aman dan sehat. Untuk langkah selanjutnya, pihaknya menyerahkan sepenuhnya ke aparat keamanan.

“Sejauh ini kondisi mereka masih aman-aman saja, penyaderaan tidak ada yang diikat dan ditendang. Kita serahkan kepada aparat hukum yang terjadi di sana, sehingga tak menimbulkan kontraksi berlebihan,” paparnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani mengatakan, pihak Polda Sulsel juga menyerahkan kepercayaan sepenuhnya kepada Polda Papua untuk menangani penyanderaan tersebut.

“Kita percayakan kepada Polda Papua dan Kodam Cendrawasih untuk mengatasi penyanderaan yang ada di Papua,” tegas Dicky.

Berdasarkan informasi sementara, warga Toraja Utara yang disandera tersebut merupakan pemilik warung dan pendulang emas. Penyanderaan itu sudah terjadi dua minggu lamanya namun hingga kini warga masih terkurung di dalam hutan. (*)


div>