KAMIS , 13 DESEMBER 2018

Warga Sulsel Jadi Korban Penembakan di Papua

Reporter:

get_the_user_login

Editor:

Iskanto

Kamis , 06 Desember 2018 08:00
Warga Sulsel Jadi Korban Penembakan di Papua

Ilustrasi

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel menyampaikan keprihatinan dan duka mendalam atas insiden penembakan terhadap pekerja PT Istaka Karya (Persero) yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kali Yigi dan Kali Aurak, Kabupaten Nduga, Papua.

Dari 31 orang yang meregang nyawa akibat kejadian tersebut mayoritas berasal dari Sulawesi Selatan. Keprihatinan ini disampaikan langsung Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman.

“Kami turut berduka sedalam-dalamnya atas kejadian tersebut semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan,” kata Andi Sudirman Sulaiman, Rabu (5/12).

Ia meminta aparat yang berwenang mengusut tuntas insiden itu dan berharap kejadian ini tidak terulang kembali. “Semoga aparat kita dengan cepat dalam mengambil tindakan serta pencegahan agar tidak terjadi hal serupa,” harapnya.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulsel, Asmanto Baso Lewa menjelaskan, untuk laporan detail berapa jumlah korban, pihaknya tidak bisa mengeluarkan rilis lantaran sudah diinstruksikan dari pihak militer bahwa yang berhak mengeluarkan informasi adalah Kodam XVII Cenderawasih.

“Sudah ada instruksi dari Pangdam disana, katanya daerah lain tidak boleh merilis kasus ini, yang hanya boleh merilis adalah dari pihak mereka. Tunggu saja informasi kalau sudah ada secara resmi dari Panglima 17 cendrawasih atau Kapolda Papua itu yang benar,” jelas Asmanto.

Hanya saja, kata mantan Pj Bupati Jeneponto itu, tetap mengimbau kepada masyarakat agar tidak mempercayai informasi yang belum tentu benar. “Intinya masyarakat jangan terpancing dengan isu-isu yang tidak benar, kita tunggu keterangan yang resmi dari Pangdam 17 Cenderawasih. Seluruh institusi TNI dan Kepolisian tidak ada yang berani kasi keluar rilisnya untuk saat ini,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang beredar, dua warga Sulsel asal Toraja berhasil selamat dari pembantaian itu. Dia adalah Martinus Sampe dan Ayub Jerfri. Satu lagi yang diduga turut jadi korban pada kasus ini yakni Joni Arung, ia juga berasal dari Toraja. Joni juga merupakan Pimpinan Proyek (Pimpro) dari PT Istaka Karya.

Meski belum pasti atas jumlah korban yang ada, namun sebelumnya Kementerian PUPR menyebutkan korban sebanyak 31 orang.

Pemkab Tana Toraja sendiri sudah mendapat informasi bahwa beberapa dari 31 korban pembunuhan di Kabupaten Nduga, Papua, berasal dari Toraja. Namun, pemkab belum mengetahui jumlah pasti warga Toraja dari seluruh korban yang tewas.

“Saya sudah kontak beberapa tokoh masyarakat Toraja yang ada di Papua, termasuk pejabat lingkup Polda Papua, tapi masih simpang siur soal jumlah korban yang meninggal,” ujar Wakil Bupati Tana Toraja, Victor Datuan Batara.

Victor mengatakan, Pemkab Tana Toraja dan masyarakat mengutuk keras adanya pembunuhan yang sangat keji itu, dimana korban sebagian besar berasal dari Sulawesi Selatan, termasuk Toraja. “Kami saat ini berdoa semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta penghiburan,” ucap Victor.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, jika salah satu warga yang tewas adalah M Agus, warga Desa Botong, Kecamatan Bontomanai, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. “Salah satu korban adalah M Agus yang merupakan warga Sulawesi Selatan,” kata Dicky.

Dicky menjelaskan, jika korban berangkat ke Papua 4 November 2017 dengan tujuan bekerja di proyek jembatan. “Kami terus berkomunikasi dengan Kapolres Jayapura untuk memonitor pemulangan jenazah, sekaligus memfasilitasi jenazah diantar ke rumah duka dengan ambulans milik Polres Gowa.

Sementara itu, Santriani Sampe (29), yang juga merupakan kerabat Martianus Sampe mengatakan, Martianus alias Tinu lolos lantaran berpura-pura meninggal saat pembantaian massal dilakukan.

“Tinu pura pura mati, ditembak kakinya. Pura pura jatuh, sehingga dikira mati. Kena sedikit. Tinu bilang temannya si Nanu dan Anugerah sudah mati,” ungkapnya. (aln/jus)


div>