SABTU , 17 NOVEMBER 2018

Warga Tinggalkan Rumah, Sembunyi di Hutan, Brimob Siaga

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Kamis , 21 April 2016 11:07
Warga Tinggalkan Rumah, Sembunyi di Hutan, Brimob Siaga

int

MANOKWARI, RAKYATSULSEL.COM – Suasana di Kampung Anjani, Distrik Kebar, Tambrauw, Papua Barat mencekam. Mayoritas warga meninggalkan rumahnya dan memilih sembunyi dan hidup di hutan.

Kepala Distrik Kebar, David Anari meminta bantuan jajaran Polres Manokwari untuk mengamankan situasi di wilayahnya. Menurut Anari, ketakutan warga Kebar ini sebagai buntut dari kasus pembunuhan yang terjadi, Kamis  pekan lalu. Kepala Kampung Amjami, Distrik Kebar Selatan, Hemanus Misioi tewas dibunuh oleh YA.

“Sekarang ini di Kebar sepi karena warga masuk hutan habis. Masyarakat masih takut. Kami perlu bantuan dari aparat keamanan untuk amankan situasi di Kebar,’’ tandas David Anari, seperti dikutip dari Radar Sorong, Kamis (21/4).

Pihak keluarga korban tak terima dengan pembunuhan kepala kampung ini dan ingin membalas dendam. Sedangkan YA, diduga pelaku pembunuhan telah melarikan diri ke dalam hutan. “Sekarang Kebar sepi, orang-orang takut,’’ ujarnya lagi.

Mendapat laporan aparat Polres Manokwari dipimpin Wakapolres telah datang ke Kebar. Personel Brimob juga disiagakan hingga saat ini. Namun, Kadistrik merasa personel aparat keamanan yang berjaga-jaga di Kebar masih kurang sehingga ia meminta bantuan dari Polsek Sausapor.

“Lagi tidak aman di Kebar. Kami meminta anggota Polsek di Sausapor juga ikut membantu pengamanan di Kebar. Sekarang di Kebar ada anggota Brimob dan Pak Wakapolres Manokwari,’’ tuturnya.

Menyikapi kejadian ini, sejumlah warga Kebar yang merupakan keluarga korban mendatangai Polres Manokwari. Mereka menutut agar pelaku pembunuhan ditangkap atau menyerahkan diri.

“Keluarga korban sudah komitmen untuk menuntut balas. Tadi, di Polres Manokawari mereka sudah menyatakan sikap dan bikin surat untuk ditandatangani kepala-kepala suku,” tandasnya. (jpnn)


Tag
div>