SENIN , 19 NOVEMBER 2018

Waspada, Begini Modus Baru Penipuan Online

Reporter:

Ramlan

Editor:

Lukman

Selasa , 13 Maret 2018 08:00
Waspada, Begini Modus Baru Penipuan Online

Pelaku penipuan online dan pemerasan atau dikenal Sobis.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Unit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel berhasil meringkus dua pelaku penipuan online dan pemerasan atau dikenal Sobis. Kedua pelaku merupakan pria asal Kabupaten Sidrap.

“Dua pria asal Kabupaten Sidrap kita amankan. Masing-masing yaitu inisial RG (29) dan A (29),” ungkap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel Kombes Dicky Sindani, Senin (12/3).

Dicky menjelaskan, kedua pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai Petani ini melakukan penipuan melalui media sosial Facebook. Mereka berpura-pura menawarkan HP bekas dengan harga rendah di Facebook.

Lantaran harga yang terbilang murah, para korban akan mudah tergiur sehingga membelinya dan mentransfer uang. Ironisnya, sebelum barang yang mereka pesan sampai, pelaku ini kembali menelpon ulang para korban dan memeras korban dengan mengaku sebagai pejabat negara.

“Pelaku menelpon kembali korban dan mengaku bahwa barang yang dibeli merupakan ilegal. Sehingga pelaku kembali memeras korban,” urainya.

Dicky menambahkan, kedua warga Sidrap yang merupakan pelaku penipuan modus online shop tersebut. Diketahui dalam melancarkan aksinya mereka menawarkan HP di media Sosial (Medsos) Facebook dengan mengaku sebagai petugas bea cukai.

“Tersangka menipu korban dan mengaku sebagai petugas Bea cukai yang menahan barang yang dibelinya dengan alasan ilegal. Kemudian, meminta sejumlah uang dengan alasan akan membantu korban dalam proses persidangan,” katanya.

Selain itu, lanjut Dicky, untuk meyakinkan para korban, tersangka juga mengaku sebagai anggota polisi dengan mencatut nama Kombes Pol Yudiawan Wibisono dan Menteri keuangan Sri Mulyani yang akan membantu korban dalam hal pencairan dana.

Bahkan kata Dicky, dalam melakukan penipuan online, tersangka menggunakan akun Facebook bernama Deby Ardi Wijayanto. Dengan akun tersebut pelaku menawarkan Hp dengan harga murah sehingga pelaku tergiur untuk membelinya.

“Akun Facebook tersebut menjual barang elektronik berupa Hp murah di bawah harga pasaran secara online,” terangnya.

Tidak hanya itu, Dicky menyebutkan aksi para tersangka ini bukan hanya di Sulawesi Selatan, melainkan beberapa korban juga banyak yang berada di Pulau Jawa.

Atas perbuatan para tersangka, Akibatnya salah satu korban yang melaporkan hal tersebut mengalami kerugian Rp 150 Juta. “Kedua tersangka bakal dijerat dengan hukuman penjara paling lama 12 tahun dan atau denda paling banyak Rp 12 miliar,” katanya. (*)


div>