JUMAT , 16 NOVEMBER 2018

Waspada Logistik Pemilu Rusak

Reporter:

Suryadi Maswatu - Fahrullah

Editor:

Iskanto

Selasa , 23 Oktober 2018 08:00
Waspada Logistik Pemilu Rusak

Ilustrasi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel, sudah mulai melakukan distribusi logistik Pemilu 2019 ke kabupaten/kota. Logistik yang didistribusikan meliputi kotak dan bilik suara.

Kotak suara itu tidak lagi terbuat dari bahan aluminium seperti pesta demokrsi sebelumnya, namun menggunakan bahan kardus/karton kedap air dengan satu sisi transparan yang menggunakan plastik mika. Pendistribusian tersebut dinilai rawan terjadi kerusakan karena logistik berbahan kardus.

Komisioner KPU Sulsel, Syarifuddin Jurdi yang menangani logistik membenarkan jika distribusi logistik ke daerah telah dilakukan. Kendati demikian, pihaknya belum mengetahui apakah logistik untuk kabupaten/kota sudah sampai atau belum.

“Sudah dikirim tapi belum ada laporan apakah sudah sampai atau belum,” ujarnya.

Yang jelas kata dia, kapal laut yang memuat kotak dan bilik suara dipastikan sudah sampai ke daerah yang menjadi tujuan utama. “Kami yakin, kapal laut yang muat logistik sudah sampai,” tuturnya.

Ia juga memastikan jika logistik Pemilu 2019 tidak akan mengalami kerusakan selama pendistribusian. “Sementara untuk pengawalan belum ada dari pihak keamanan karena logistik masih sebatas kotak dan bilik, belum surat suara sehingga tak ada pengawalan dari pihak keamanan.

Ketua KPU Kabupaten Pinrang Mansyur Hendrik mengatakan, untuk menjaga logistik Pemilu tidak rusak, pihaknya sudah memperbaiki gudang tempat penyimpanan logistik. “Sudah kami bersihkan dan memperbaiki gudang untuk menampung logistik,” singkatnya.

Sementara itu, Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel, Saiful Jihad mengatakan, jika pihak KPU belum menyampaikan secara lisan maupun tertulis jika logistik berupa kotak dan bilik suara akan datang.

“Informasi dari KPU saat ini belum ada. Tapi kalau ada kita akan segera berkoordinasi,” katanya.

Untuk menjaga kotak dan bilik suara tidak rusak, Saiful mengaku jika hal itu menjadi kewenangan KPU. “Itu kewenangan KPU, kami memastikan sesuai standar, jadi teknisnya adalah tanggung jawab KPU,” tutupnya.

Terpisah, Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel siap melakukan pengawalan terhadap logistik yang akan didistribusikan ke 24 kabupaten/kota di Sulsel. “Kalau pengamanan sudah siap,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani.

Namun jumlah personil yang disiapkan, Dicky mengaku belum mengetahuinya karena pendistribusian baru bilik dan kotak suara. “Yang jelas kita sudah siapkan intelijen dan sabhara untuk mengawal logistik Pemilu,” pungkasnya. (*)


div>