SELASA , 13 NOVEMBER 2018

Waspada Relawan Penyusup

Reporter:

Suryadi Maswatu - Fahrullah

Editor:

Iskanto

Senin , 15 Oktober 2018 07:31
Waspada Relawan Penyusup

ilustrasi (rakyatsulsel)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 akan mempertemukan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin melawan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Berbagai strategi telah disiapkan untuk memenangkan pertarungan itu, termasuk menyiapkan tim pemenangan atau relawan.

Namun tak bisa dipungkiri jika sebuah relawan kerap disusupi oleh orang-orang yang mengaku berafiliasi pada pasangan calon tertentu untuk mencapai tujuannya sendiri.

Sekretaris PDIP Sulsel, Rudy Pieter Goni mengatakan, relawan untuk Jokowi-Ma’ruf bukan hanya sebatas nama saja. Relawan yang benar-benar mendukung Jokowi-Ma’ruf,.

“Kami khawatir ada relawan dari kubu sebelah yang menyusup. Jadi jika ada orang yang ingin menjadi relawan Jokowi-Ma’ruf terlebih dahulu diverifikasi. Apakah mereka betul-betul berpihak kepada Jokowi,” ujar RPG–sapaan akrab Rudy Pieter Goni.

“Kita juga harus segera mendata, mendokumentasikan, sehingga relawan-relawan itu nyata. Jangan sampai ada yang seakan-akan relawan, namun penyusup,” tambahnya.

Menurut RPG, unsur relawan merupakan kekuatan yang sangat penting dalam tim pemenangan. “Kami sudah siapkan direktur relawan di setiap daerah. Untuk merangkul relawan itu wajib dan harus. Relawan itu kekuatan utama kita,” jelasnya.

Perlunya mewaspadai relawan abal-abal juga dilakukan tim Prabowo- Sandi di Sulsel. Hal itu diungkapkan oleh tim Prabowo-Sandi untuk wilayah Sulsel, Syawaluddin Arif.
Menurut Syawal, relawan penyusup di tingkat nasional bisa saja akan dilakukan oleh oknum lain di Sulsel. “Memang penyusup selalu ada. Ratna S adalah contoh yang paling nyata,” ujarnya, Minggu (14/10/2018).

Kendati ada serangan penyusup dari berbagai arah, kata Syawal, sebagai tim Prabowo-Sandi, ia menegaskan tak gentar untuk terus menggalang dukungan demi kemenangan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.

“Kami tidak takut penyusup. Kami di Sulsel tidak terpengaruh dengan ancaman penyusup. Prabowo Presiden Gerindra menang,” tegasnya.

Oleh sebab itu, lanjut dia, Partai Gerindra bersama partai koalisi lainnya, tidak berhenti bergerak, terus berjuang untuk memenangkan Pilpres. Menurut dia, semakin banyak koalisi partai dan tim bergerak, semakin besar peluang kemenangan, maka semakin banyak ancaman yang dihadapi.

“Di Sulsel juga seperti itu, terus bergerak, terus berjuang. Kami di Sulsel tidak terpengaruh dengan ancaman penyusup,” katanya.

Dari data yang ia himpun, saat ini ada beberapa relawan yang siap memenangkan Prabowo-Sandi. Diantaranya sayap partai, Tim PS Kosong Delapan, Tim Garuda Emas, Tim Garda IMB untuk Prabowo-Sandi, dan Tim Garuda 08 serta Tim Padi. “Dan banyak lagi di Sulsel, dan sudah terbentuk di 24 kabupaten/kota saat ini,” terangnya.

Ia mengaku jika seluruh masyarakat bisa bergabung menjadi relawan Prabowo-Sandi. Pihaknya pun menargetkan kemenangan mencapi 68 persen untuk wilayah Sulsel.

“Dengan kerja partai koalisi dan tim relawan. Target kemenangan Prabowo-Sandi di Sulsel 68 persen,” tegasnya.

Pakar Politik UIN Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad mengatakan, untuk mengantisipasi hal yang mengganggu jalannya kerja tim kandidat perlu mewaspadai relawan penyusup.

Menurut dia, kehadiran penyusup bisa saja datang tanpa di undang. Bisa juga hadir dengan berbagai kepentingan dan isu profokatif.

“Jadi, yang waspada bukan hanya satu kubu, akan tetapi kedua belah pihak harus saling waspada dan antisipasi kemungkinan-kemungkinan,” katanya.

Dia menambahkan, banyak informasi yang bocor bisa saja terjadi karena orang dekat yang menjadi tim alias mata-mata. “Memang ini perlu waspada, hal ini juga untuk menjamin rahasia strategi,” tutup Firdaus. (*)


div>