KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

Waspada Umrah Murah!

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Rabu , 26 April 2017 10:35
Waspada Umrah Murah!

int

MAKASSAR, RakyatSulsel.com – Masyarakat diimbau hati-hati memilih biro perjalan travel umrah. Bahkan saat ini banyak terjadi fenomena yayasan atau biro travel palsu di beberapa daerah, yang beraksi dengan menawarkan harga biaya perjalanan umroh yang sangat murah.

Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umroh dan Haji (HIMPUH) Makassar, M Roem La Tunrung mengatakan jika dirinya mendapatkan laporan dari 12 masyarakat jika tertipu salah satu travel bodong yang ada di Makassar, PT Zheerah Agung Mandiri.

“Hari ini (kemarin) ada 12 orang yang datang ke kantor saya ingin mendaftar umrah, karena sebelumnya mereka sudah mendaftar di salah satu travel diduga bodong dan tidak jadi memberangkatkan mereka,” kata Roem, Selasa (25/4).

Dirut PT Sisi Utama ini menyebutkan, kedatangan mereka karena malu terhadap keluarganya karena tidak jadi menjalankan ibadah umrah. “Mereka dijanji untuk melaksanakan umrah pada tanggal 18 April 2017, namun hingga saat ini tidak berangkat-berangkat padahal uangnya sudah diambil penyeleggara,” ucapnya.

Dengan adanya kejadian ini, M Roem meminta kepada seluruh masyarakat yang ingin melaksanakan ibadah umrah agar mengetahui trik-trik pemberangkatanya. “Masyarakat harus tahu travel yang mana resmi dan mana bodong, cegahi penawaran umrah murah, pastikan keberangkatanya, jangan terpengaruh dengan harga yang murah,” ungkapnya.

Tak hanya di Sulsel, menumpuknya jemaah yang tak berangkat umrah juga terjadi di PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel). Bahkan travel ini diminta membuka secara terang benderang penyebab tersendatnya pemberangkatan jamaah umrahnya.|

[NEXT-RASUL]

Ketua Umum Himpuh Baluki Ahmad berpendapat, apabila ditinjau dari sisi syariah, maka manejemen bisnis First Travel tidak jelas. Pasalnya, perusahaan tersebut menggunakan skema ponzi. Skema akan berjalan apabila sumber dana yang masuk dan keluar berimbang atau yang masuk lebih banyak.

“Tidak berada pada akad dari orang yang dananya terpakai. Selagi sumbernya banyak, akan lancar. Tapi kalau yang masuk sedikit, maka akan tersendat, tertunda, dan akhirnya menumpuk,” ujar Baluki Ahmad.

Skema ponzi memungkinkan travel umrah menawarkan paket harga murah. Alhasil, masyarakat pun banyak yang tergiur tanpa mengetahui jelas risiko yang ada di balik penggunaan skema tersebut.

Menurut Baluki, First Travel memiliki agen yang bertugas meyakinkan masyarakat untuk menggunakan jasa perusahaan tersebut. Himpuh sendiri pernah didatangi oleh tujuh orang agen First Travel yang mengadu dan menanyakan solusi terhadap ketidakjelasan penerbangan jamaah.

Salah satu agen mengaku ‘membawahi’ 200-an orang calon jamaah umrah. Dia pun prihatin dan meminta Kementerian Agama hadir agar tidak semakin banyak masyarakat menjadi korban.

“Ini mau diapakan, pemerintah harus punya komitmen karena korbannya sudah banyak. Kami harap pemerintah hadir dan memberikan ‘cemeti’ kepada travel yang begitu,” kata Baluki.

Menurut dia, apa yang terjadi pada First Travel merupakan hasil dari skema ponzi yang dipraktikkan sejak awal berbisnis. “Ini adalah buah dari pohon yang ditanam. Terlahir dengan sistem seperti itu sehingga efek bisnisnya jadi begini,” ujarnya. (fah/C)


div>