RABU , 22 AGUSTUS 2018

Waspadai Kebakaran Hutan, None Sidak Pos Pemadam Kebakaran

Reporter:

Editor:

hur

Jumat , 11 September 2015 15:00

MALILI, RAKYATSULSEL.COM – Musim kemarau yang berkepanjangan di Kabupaten Luwu Timur, menyebabkan ancaman kebakaran harus diwaspadai. olehnya itu, Bupati Luwu Timur Imran Yasin Limpo melakukan sidak ke Pos pemadam kebakaran Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur. Sidak dilakukan untuk melakukan peninjau kesiapan pasukan Lebaran dalam mengurangi kebakaran hutan yang marak terjadi.

Penjabat Bupati Lutim ini menegaskan bahwa kebakaran hutan saat ini semakin meluas. Karena itu, dia meminta kepada tim pemadam kebakaran agar lebih intens melakukan tindakan pencegahan dan tidak memilah-milah bencana apa yang harus tangani.

“Janganlah kita selalu mengklasifikasi bencana. Sebaiknya, sekecil apapun potensi bencana itu menjadi tanggung jawab kita semua,” ujar None, sapaan akrabnya Irman Yasin Limpo di markas Pemadam Kebakaran Kecamatan Towuti.

Dalam menangani masalah kebakaran hutan, None mengharapkan agar tim reaksi cepat penanggulangan bencana yang terdiri dari Pemadam Kebakaran, Tagana, SAR, TNI, dan Polisi Hutan dapat saling bersinergi. Hal itu dimaksudkan untuk mengurangi potensi kebakaran hutan dan lahan di kabupaten Luwu Timur, sehingga dapat diantisipasi sedini mungkin.

“Untuk mengantisipasi potensi kebakaran, marilah kita semua ikut terlibat dalam menangani masalah ini, agar tidak berdampak besar nantinya,” ujar Bupati Lutim

Kecamatan Towuti adalah salah satu daerah yang memiliki kawasan hutan terluas di Kabupaten Luwu Timur. Oleh karenanya, setiap dinas terkait diharapkan dapat memaksimalkan pengawasan hutan, terutama di musim kemarau yang rawan terjadinya kebakaran.

Sementara, Kadis Kehutanan Lutim, Andi Makkaraka mengatakan, dalam mengantisipasi meluasnya pembakaran hutan di kabupaten Luwu Timur ini, instansinya aktif melakukan patroli secara intens dengan melibatkan semua intansi terkait seperti kepolisian, kehutanan dan BPBD.

Dia menjelaskan bahwa kebakaran hutan telah tejadi di wilayah Lutim, terhitung seluas 30 hektar. “Untuk mengantisipasi hal itu agar tidak meluas, kami akan menindak tegas pelaku yang selama ini melakukan pembakaran hutan untuk membuka lahan baru,” tegas Makkaraka.

Sampai saat ini, tambah Kadis Kehutanan Lutim ini, sudah dua orang pelaku pembakaran hutan yang diamankan, sementara beberapa pelaku sedang dalam pengejaran.


div>